50+ Ide Nama CV 3 Kata untuk Berbagai Usaha

Memilih nama CV (Persekutuan Komanditer) merupakan salah satu langkah awal ketika ingin mendirikan usaha. Nama tersebut akan digunakan dalam berbagai keperluan bisnis, mulai dari membuat perjanjian kerja sama hingga berhubungan dengan klien, bank, dan instansi pemerintah. Namun, nama CV tidak boleh dipilih hanya karena terdengar bagus. Pengusaha juga perlu memastikan bahwa nama tersebut memenuhi ketentuan hukum dan belum digunakan oleh badan usaha lain yang sejenis. Salah satu pilihan yang sering digunakan adalah nama CV tiga kata karena memberikan ruang untuk membuat nama yang lebih unik dan mudah diingat. Meskipun begitu, nama CV tidak wajib terdiri dari tiga kata. Apakah Nama CV Wajib Terdiri dari Tiga Kata? Nama CV tidak wajib terdiri dari tiga kata berdasarkan ketentuan yang berlaku. Permenkum Nomor 25 Tahun 2025 mengatur kriteria nama CV, tetapi tidak menetapkan jumlah minimal tiga kata sebagai syarat penamaan. Dengan demikian, nama tiga kata dapat digunakan sebagai pilihan untuk membedakan bisnis, bukan sebagai jaminan bahwa nama tersebut akan disetujui. Mengapa Nama CV Tiga Kata Banyak Dipilih? Ada beberapa alasan mengapa pengusaha memilih nama CV yang terdiri dari tiga kata. Sebagai contoh, nama “Teknik Prima Nusantara” menggabungkan bidang usaha, gambaran kualitas, dan identitas bisnis. Namun, nama tiga kata tetap perlu diperiksa sebelum digunakan karena jumlah kata tidak menentukan persetujuan pendaftaran. Apa Saja Syarat Nama CV yang Berlaku Saat Ini? Syarat nama CV diatur dalam Permenkum Nomor 25 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Layanan Jasa Hukum Persekutuan Perdata, Persekutuan Firma, dan Persekutuan Komanditer. Aturan ini berlaku sejak 13 Oktober 2025 dan menggantikan Permenkumham Nomor 17 Tahun 2018. Berdasarkan Pasal 4 ayat (4), nama yang diajukan harus memenuhi ketentuan berikut. Syarat Penjelasan Menggunakan huruf Latin Nama ditulis menggunakan huruf Latin. Belum digunakan oleh badan usaha sejenis Nama belum dipakai secara sah oleh CV, firma, atau persekutuan perdata sejenis dalam SABU. Tidak melanggar ketertiban umum dan kesusilaan Nama tidak boleh bertentangan dengan ketentuan tersebut. Tidak sama atau mirip dengan nama lembaga resmi Nama tidak boleh sama atau mirip dengan nama lembaga negara, lembaga pemerintah, atau lembaga internasional. Tidak hanya berupa angka atau rangkaian huruf tanpa makna kata Nama harus memenuhi ketentuan mengenai penggunaan angka dan huruf yang membentuk kata. Karena itu, pengusaha perlu memeriksa nama sebelum menggunakannya dalam dokumen pendirian. Contoh Nama CV yang Sebaiknya Dihindari Beberapa contoh berikut dapat membantu pengusaha memahami risiko dalam memilih nama. Contoh tersebut bukan daftar nama yang pasti ditolak. Hasil akhirnya tetap bergantung pada pemeriksaan nama dan ketentuan yang berlaku. Bagaimana Cara Mendaftarkan CV hingga Mendapatkan NIB? Pendirian CV melibatkan dua proses yang berbeda, yaitu pendaftaran badan usaha melalui Sistem Administrasi Badan Usaha (SABU) dan pengurusan perizinan berusaha melalui OSS. SABU digunakan untuk mendaftarkan CV melalui notaris, sedangkan OSS digunakan untuk mengurus Nomor Induk Berusaha (NIB) dan perizinan sesuai kegiatan usaha. Berikut tahapan yang perlu dipahami. Tips Memilih Nama CV yang Bagus dan Profesional Nama CV yang baik seharusnya mudah diingat, sesuai dengan bidang usaha, dan memenuhi ketentuan hukum. Selain itu, nama perlu dipertimbangkan dari sisi branding agar tetap relevan ketika perusahaan berkembang. Berikut tujuh tips yang bisa diterapkan. Periksa Nama dari Sisi Hukum dan Bisnis Sebelum menetapkan nama, lakukan dua pemeriksaan utama. Sebagai contoh, nama yang hanya menggambarkan satu jenis produk mungkin kurang sesuai ketika perusahaan mulai menawarkan layanan lain. Nama yang lebih fleksibel dapat membantu menjaga identitas bisnis dalam jangka panjang. 54 Ide Nama CV 3 Kata Berdasarkan Bidang Usaha Berikut 54 ide nama CV tiga kata yang dapat dijadikan inspirasi sesuai bidang usaha. Nama-nama ini merupakan contoh kreatif dan belum dikonfirmasi ketersediaannya dalam sistem AHU. A. Ide Nama CV untuk Teknologi dan Digital Nama usaha teknologi dapat menggunakan kata yang menggambarkan inovasi, sistem, dan solusi digital. B. Ide Nama CV untuk Konsultasi, Keuangan, dan Bisnis Nama di bidang konsultasi dan keuangan sebaiknya memberikan kesan profesional dan dapat dipercaya. C. Ide Nama CV untuk Properti dan Konstruksi Nama di sektor properti dapat menggambarkan pembangunan, hunian, dan kualitas pekerjaan. D. Ide Nama CV untuk Kuliner dan Makanan Nama bisnis kuliner dapat mengangkat cita rasa, bahan makanan, atau ciri khas masakan. E. Ide Nama CV untuk Pertanian dan Perkebunan Nama di bidang pertanian dapat menggambarkan hasil bumi, kesuburan, dan keberlanjutan. F. Ide Nama CV untuk Wisata dan Perjalanan Nama di bidang wisata dapat menggambarkan pengalaman perjalanan, keindahan alam, dan kenyamanan. Catatan: Seluruh nama di atas merupakan ide awal, bukan nama yang sudah dipastikan tersedia. Sebelum digunakan, periksa nama melalui AHU dan lakukan pemeriksaan merek secara terpisah. Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Memilih Nama CV Kesalahan memilih nama CV dapat menyebabkan proses pendaftaran terhambat atau membuat identitas bisnis sulit dibedakan dari perusahaan lain. Berikut beberapa kesalahan yang perlu dihindari. Selain memperhatikan nama, pengusaha juga perlu memahami tanggung jawab masing-masing sekutu. Sekutu komplementer bertanggung jawab kepada pihak ketiga hingga harta kekayaan pribadinya, sehingga pembagian peran dalam CV perlu disepakati dengan baik sejak awal. FAQ Seputar Nama CV 3 Kata Apakah nama CV harus mengandung kata “CV”? Penulisan nama badan usaha perlu mengikuti akta pendirian dan data yang tercatat dalam SABU. Untuk memastikan format penulisan yang tepat, konsultasikan dengan notaris yang menangani pendirian CV. Apakah nama CV boleh menggunakan bahasa Inggris? Permenkum Nomor 25 Tahun 2025 mensyaratkan penggunaan huruf Latin, tetapi tidak menyebut bahasa Inggris sebagai bahasa yang wajib digunakan. Jika ingin memakai nama bahasa Inggris, pastikan nama tersebut memenuhi seluruh kriteria penamaan dan tidak menimbulkan masalah dalam pemeriksaan AHU. Apakah nama CV boleh menggunakan angka? Nama yang hanya terdiri dari angka atau rangkaian huruf yang tidak membentuk kata tidak memenuhi kriteria dalam Permenkum Nomor 25 Tahun 2025. Jika ingin menggunakan angka sebagai bagian dari identitas merek, konsultasikan terlebih dahulu dengan notaris mengenai kelayakan nama yang diajukan. Berapa lama batas waktu pendaftaran pendirian CV? Pendaftaran pendirian CV harus diajukan paling lama 60 hari kalender sejak akta pendirian ditandatangani. Ketentuan ini diatur dalam Pasal 5 Permenkum Nomor 25 Tahun 2025. Apakah satu nama dapat digunakan oleh dua CV? Nama yang sudah digunakan secara sah oleh badan usaha sejenis dalam SABU tidak memenuhi kriteria untuk digunakan kembali. Karena itu, pemeriksaan nama perlu dilakukan sebelum pendaftaran. Berapa jumlah minimal pendiri CV? Permenkum Nomor 25 Tahun 2025
Pecah Kongsi dalam Perusahaan: Peran, Hak, dan Kewajiban yang Didapatkan

Mungkin kamu sudah tidak asing lagi dengan istilah “kongsi”, apalagi saat ngobrol soal bisnis atau usaha. Secara umum, kongsi artinya adalah kerjasama antara dua orang atau lebih, atau bisa juga merujuk ke sebuah perusahaan atau organisasi. Tapi, kalau kita bicara dalam konteks dunia perusahaan di Indonesia, “pecah kongsi” punya makna yang lebih spesifik dan penting untuk kamu pahami. Nah, di artikel ini kita bakal kupas tuntas soal “pecah kongsi”: apa sih perannya di dalam perusahaan, hak-hak apa saja yang dimiliki, kewajiban apa yang harus dipenuhi, sampai kontribusi apa yang bisa diberikan. Dengan memahami ini, kamu yang sedang berencana jadi investor akan punya bekal pengetahuan sebelum memutuskan untuk menanamkan modal di sebuah perusahaan. Atau kalau kamu seorang pengusaha, kamu jadi lebih tahu cara membangun hubungan yang baik dengan para pecah kongsi agar kerjasama yang terjalin bisa saling menguntungkan. Apa Itu Pecah Kongsi? Dalam dunia bisnis, pecah kongsi adalah orang-orang yang punya saham dan ikut memiliki sebagian dari perusahaan. Singkatnya, mereka adalah pemilik sebagian perusahaan tersebut. Istilah “pecah kongsi” ini biasanya lebih menekankan pada kerjasama (kongsi) yang diwujudkan dalam bentuk kepemilikan saham. Meskipun sering dianggap sama dengan pemegang saham biasa, pecah kongsi biasanya punya makna lebih kuat karena keterlibatan mereka yang aktif dan komitmen jangka panjang terhadap perusahaan. Perbedaan utama pecah kongsi dengan pemegang saham biasa umumnya ada pada tingkat keterlibatan dan pengaruh dalam mengambil keputusan di perusahaan. Pecah kongsi biasanya punya saham dalam jumlah besar, sehingga punya suara yang lebih kuat saat Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Sementara pemegang saham biasa, apalagi yang sahamnya cuma sedikit (minoritas), pengaruhnya mungkin lebih terbatas. Kalau dilihat dari beberapa faktor, pecah kongsi ini bisa dibagi dalam beberapa jenis: 1. Berdasarkan Persentase Kepemilikan Pecah kongsi sering kali dipengaruhi oleh besarnya kepemilikan saham. Pemegang saham mayoritas (lebih dari 50%) biasanya punya kendali lebih besar atas jalannya perusahaan dan keputusan strategis. Sementara pemegang saham minoritas, yang kepemilikannya di bawah 50%, umumnya punya pengaruh yang lebih terbatas dalam pengambilan keputusan. 2. Berdasarkan Hak Suara Dalam beberapa perusahaan, saham dibagi ke dalam beberapa kelas yang memiliki hak suara berbeda. Contohnya, ada saham dengan hak suara ganda (multiple voting shares) yang memberikan pemegangnya pengaruh lebih besar dalam RUPS. Sebaliknya, ada juga saham tanpa hak suara yang membatasi keterlibatan pemegangnya dalam proses pengambilan keputusan penting. 3. Berdasarkan Prioritas Dividen Beberapa jenis saham memiliki prioritas lebih tinggi dalam pembagian dividen. Saham preferen biasanya memberikan hak kepada pemegangnya untuk menerima dividen lebih dulu dibandingkan pemegang saham biasa. Ini bisa menjadi poin pertimbangan penting saat terjadi pecah kongsi yang berkaitan dengan keuntungan finansial. Soal status hukum pecah kongsi di Indonesia, semuanya diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (UUPT). Di dalam UUPT sudah dijelaskan tentang hak dan kewajiban pemegang saham, termasuk pecah kongsi. Peran Pecah Kongsi dalam Perusahaan Setelah memahami apa itu pecah kongsi dan jenis-jenisnya, sekarang saatnya kamu tahu seberapa penting peran mereka dalam perusahaan. Peran ini bisa berbeda-beda, tergantung seberapa besar saham yang dimiliki, jenis perusahaan, dan kesepakatan yang sudah disepakati dalam Anggaran Dasar perusahaan dikutip dari IzinKilat. Secara umum, peran pecah kongsi dibagi menjadi dua, yaitu peran strategis dan peran operasional. A) Peran Strategis Pecah Kongsi Peran strategis berarti pecah kongsi terlibat dalam keputusan-keputusan besar yang menentukan arah dan masa depan perusahaan. Beberapa di antaranya adalah: 1. Menentukan Visi dan Misi Perusahaan Pecah kongsi, terutama yang punya saham terbesar, biasanya berperan besar dalam menentukan visi dan misi perusahaan. Mereka bisa memutuskan perusahaan mau fokus di bidang apa, apakah perlu ekspansi, atau bahkan mengubah arah bisnis secara menyeluruh. 2. Memilih Direksi dan Komisaris Lewat Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), pecah kongsi berhak memilih atau mengganti direksi dan komisaris. Ini penting karena mereka yang akan mengurus operasional dan mengawasi jalannya perusahaan sehari-hari. 3. Menyetujui Perubahan Penting dalam Perusahaan Kalau ada perubahan besar seperti mengganti nama perusahaan, menambah bidang usaha baru, atau mengubah struktur modal, semuanya harus disetujui pecah kongsi lewat RUPS. 4. Menyetujui Merger, Akuisisi, atau Pembubaran Perusahaan Keputusan besar seperti penggabungan perusahaan (merger), akuisisi, atau bahkan membubarkan perusahaan juga butuh persetujuan pecah kongsi. B) Peran Operasional Pecah Kongsi Selain urusan strategis, ada juga pecah kongsi yang ikut terlibat langsung di operasional, meskipun ini lebih sering terjadi di perusahaan tertutup atau perusahaan keluarga. Misalnya, mereka ikut membantu mengelola bisnis sehari-hari, memberi masukan teknis, atau menjalin hubungan dengan rekan bisnis. Peran pecah kongsi juga bisa dibedakan menjadi aktif dan pasif. – Pecah Kongsi Aktif Mereka biasanya terlibat langsung dalam pengambilan keputusan, sering hadir di RUPS, dan rajin memberi masukan. Mereka juga paham betul soal bisnis perusahaan dan aktif mencari informasi. – Pecah Kongsi Pasif Sebaliknya, pecah kongsi pasif lebih banyak menyerahkan urusan kepada manajemen. Mereka mungkin hanya menerima laporan rutin, jarang hadir di RUPS, atau cukup memberikan suara lewat perwakilan. Hak-hak Pecah Kongsi Sebagai pemegang saham, kamu punya sejumlah hak penting yang dijamin oleh hukum dan aturan internal perusahaan. Mengetahui hak-hak ini bakal bantu kamu lebih aktif terlibat dalam pengambilan keputusan dan pastinya menjaga investasi kamu tetap aman. Yuk, simak penjelasan lengkapnya di bawah ini! 1. Hak Suara di RUPS Salah satu hak utama yang kamu punya adalah hak untuk memberikan suara di Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). RUPS ini semacam forum tertinggi perusahaan yang bakal menentukan keputusan-keputusan besar. Lewat hak suara ini, kamu bisa: Jumlah suara kamu biasanya sesuai dengan berapa besar saham yang kamu punya. Semakin banyak saham kamu, makin kuat juga suara kamu di RUPS. 2. Hak Dapat Dividen Kalau perusahaan lagi untung, kamu berhak mendapatkan bagian dari keuntungan tersebut dalam bentuk dividen. Biasanya, pembagian dividen ini sesuai dengan jumlah saham yang kamu pegang. Tapi perlu diingat, dividen ini nggak otomatis selalu dibagikan ya. Keputusan bagi-bagi dividen tetap harus nunggu hasil keputusan di RUPS dan lihat juga kondisi keuangan perusahaan. 3. Hak Akses Informasi Sebagai pemegang saham, kamu juga berhak tahu informasi penting soal perusahaan. Informasinya bisa berupa: Dengan info yang cukup, kamu bisa lebih mudah memantau kinerja perusahaan dan membuat keputusan investasi yang tepat. 4. Hak Menjual atau Mengalihkan Saham Kamu juga bebas untuk jual atau pindahkan saham kamu ke orang lain. Tapi kadang ada aturan tambahan
10 Perbedaan Wirausaha dan Wiraswasta serta Contoh Pekerjaannya

Berikut perbedaan wirausaha dan wiraswasta. Ini sangat penting bagi yang ingin mulai berbisnis atau mendalami dunia usaha. Walaupun sering dianggap sama, kedua istilah ini sebenarnya punya perbedaan mendasar dalam cara berpikir, tujuan, dan cara menjalankan usaha. Dengan persaingan bisnis yang semakin ketat, mengetahui perbedaan ini bisa membantu kita memilih langkah yang tepat agar lebih sukses. Artikel ini akan membahas perbedaan utama antara wirausaha dan wiraswasta, lengkap dengan contoh pekerjaan dari masing-masing. 1. Definisi Wirausaha dan Wiraswasta Wirausaha adalah seseorang yang menciptakan peluang usaha baru dengan mengembangkan ide atau produk inovatif. Biasanya, wirausahawan punya visi jangka panjang dan berani mengambil risiko besar demi menciptakan nilai tambah. Mereka cenderung kreatif, dinamis, dan selalu mencari hal-hal baru. Di sisi lain, Wiraswasta lebih fokus pada menjalankan bisnis yang tujuannya mendapatkan keuntungan. Wiraswasta mungkin saja menggunakan model bisnis yang sudah ada tanpa perlu menciptakan sesuatu yang benar-benar baru. Mereka lebih mengejar kestabilan keuangan daripada inovasi besar-besaran. 2. Fokus Usaha Dari segi fokus, wirausahawan biasanya menghabiskan banyak waktu dan energi untuk mengembangkan konsep serta strategi bisnis yang unik dan inovatif. Fokus mereka adalah menciptakan sesuatu yang berbeda. Wiraswasta lebih mengutamakan operasional sehari-hari agar bisnis berjalan lancar. Mereka cenderung memilih usaha yang sudah terbukti menguntungkan, seperti membuka toko kelontong atau layanan jasa tertentu. Contoh: Wirausaha mungkin membuat platform e-commerce baru dengan fitur menarik, sedangkan wiraswasta membuka restoran yang menyajikan menu-menu tradisional. 3. Tujuan Bisnis Wirausahawan umumnya punya tujuan untuk menciptakan inovasi dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Mereka melihat bisnis sebagai cara untuk memperbaiki kehidupan atau memecahkan masalah tertentu. Wiraswasta lebih berfokus pada keuntungan finansial. Tujuan utama mereka adalah menghasilkan pendapatan dan memastikan bisnis berjalan stabil. Contoh: Wirausaha bisa menciptakan aplikasi pendidikan untuk anak-anak, sementara wiraswasta fokus menjaga keuntungan dari toko kelontong miliknya. 4. Pendekatan terhadap Risiko Wirausahawan cenderung lebih berani mengambil risiko karena mereka punya visi jangka panjang. Mereka siap menghadapi ketidakpastian demi tujuan yang lebih besar. Risiko yang diambil bisa berupa modal, waktu, hingga usaha yang besar. Sementara itu, wiraswasta lebih memilih untuk menghindari risiko besar dan mencari jalan yang aman. Mereka lebih nyaman dengan bisnis yang risikonya bisa diprediksi. Contoh: Wirausaha mungkin menjalankan ide yang berisiko tinggi, sedangkan wiraswasta lebih memilih usaha dengan risiko kecil seperti membuka warung makan. 5. Skala Bisnis Umumnya, wirausaha mengelola bisnis yang skalanya lebih besar dan melibatkan banyak orang. Bisnis mereka bisa tumbuh pesat dan mencakup wilayah yang luas, bahkan internasional. Wiraswasta biasanya menjalankan bisnis kecil atau menengah dengan pasar yang lebih lokal dan terbatas. Fokus mereka adalah kestabilan dan keuntungan jangka pendek. Contoh: Wirausaha bisa membuka perusahaan startup teknologi, sedangkan wiraswasta menjalankan kedai kopi di lingkungan sekitar. 6. Inovasi dan Kreativitas Wirausahawan terkenal karena kreativitas dan inovasinya. Mereka selalu mencari cara baru untuk memperbaiki produk atau layanan dan tidak ragu untuk mengubah model bisnisnya. Sebaliknya, wiraswasta cenderung mempertahankan cara yang sudah ada. Mereka lebih fokus pada stabilitas daripada inovasi. Contoh: Wirausaha bisa membuat alat elektronik baru yang unik, sedangkan wiraswasta mempertahankan konsep bisnis tanpa banyak perubahan. 7. Kepemilikan Aset Wirausahawan umumnya punya aset lebih banyak, termasuk modal yang cukup besar untuk mengembangkan bisnisnya. Mereka sering mencari investor untuk mempercepat pertumbuhan usaha. Di sisi lain, wiraswasta mungkin hanya punya modal cukup untuk memulai dan menjalankan bisnis skala kecil. Aset mereka lebih sederhana dibandingkan wirausahawan. Contoh: Wirausaha bisa punya gedung kantor sendiri, sedangkan wiraswasta biasanya menyewa tempat usaha. 8. Jenis Produk atau Layanan Wirausahawan sering kali menghasilkan produk atau layanan yang lebih inovatif dan terkini. Mereka mungkin menciptakan produk baru yang belum ada di pasaran. Wiraswasta lebih sering menyediakan produk atau layanan yang sudah dikenal masyarakat. Mereka fokus pada kebutuhan sehari-hari tanpa terlalu banyak inovasi. Contoh: Wirausaha bisa menciptakan aplikasi yang memudahkan aktivitas pengguna, sedangkan wiraswasta menjual barang-barang kebutuhan harian di toko. 9. Orientasi Pasar Wirausahawan memiliki pandangan yang lebih luas dalam melihat pasar dan potensi pelanggan. Mereka sering kali menciptakan produk yang bisa diterima di berbagai tempat atau bahkan secara internasional. Wiraswasta cenderung fokus pada pasar lokal dan mengutamakan pelanggan setempat. Mereka mempertahankan hubungan dengan pelanggan setia di wilayah sekitar. Contoh: Wirausaha dapat menciptakan produk teknologi untuk pasar global, sedangkan wiraswasta mengelola toko untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar. 10. Contoh Pekerjaan Contoh Pekerjaan Wirausaha Pemilik Toko Online – Menjual produk secara daring melalui platform seperti Shopee, Tokopedia, atau website pribadi.Restoran atau Kafe – Membuka usaha makanan dan minuman dengan konsep unik.Layanan Kebersihan – Membuka bisnis jasa kebersihan, seperti laundry atau jasa bersih rumah dan kantor.Desain Grafis Freelance – Menawarkan jasa desain grafis secara independen, seperti desain logo atau materi promosi.Peternakan atau Pertanian – Mengelola bisnis agribisnis, seperti peternakan ayam atau perkebunan sayur.Kursus atau Pelatihan Online – Menyediakan kelas daring dalam bidang keahlian tertentu, seperti bahasa atau keterampilan teknis.Produksi Kerajinan Tangan – Membuat dan menjual produk kerajinan tangan, seperti aksesori atau dekorasi rumah.Bisnis Pakaian dan Aksesoris – Merancang atau menjual pakaian atau aksesori, baik online maupun di toko fisik.Agen Properti – Membuka usaha agen properti yang membantu jual-beli rumah dan tanah.Layanan Fotografi dan Videografi – Menawarkan jasa foto atau video untuk acara tertentu, seperti pernikahan atau produk komersial. Contoh Pekerjaan Wiraswasta Konsultan Bisnis – Memberikan saran profesional pada perusahaan kecil hingga besar berdasarkan pengalaman.Marketing Freelance – Mengelola pemasaran produk atau jasa untuk berbagai perusahaan.Sales atau Agen Penjualan – Menjual produk atau jasa perusahaan lain sebagai agen independen.Penulis Konten Freelance – Menulis artikel atau materi pemasaran untuk media atau website perusahaan.Pengajar atau Tutor Privat – Mengajar subjek tertentu, baik tatap muka maupun daring.Pengacara atau Notaris Independen – Membuka praktik sendiri untuk layanan hukum atau notaris.Agen Asuransi – Menjual produk asuransi dari perusahaan besar secara mandiri.Pemandu Wisata – Membuka jasa sebagai pemandu wisata di lokasi tertentu.Konsultan Pajak atau Keuangan – Memberikan layanan konsultasi pajak atau keuangan untuk klien.Perencana Acara – Menyusun dan mengelola acara seperti pernikahan, ulang tahun, atau acara perusahaan secara mandiri. Wirausaha biasanya lebih fokus pada membangun bisnis atau merek baru. Sedangkan wiraswasta cenderung bekerja secara mandiri dalam profesi atau layanan tertentu, baik untuk individu maupun perusahaan lain. Baca Juga: Nomor Induk Berusaha Menjadi Pengganti TDP, SKU, dan SIUP Kesimpulan Perbedaan antara wirausaha dan wiraswasta terlihat dari cara pandang,