Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB) adalah pedoman teknis yang dikeluarkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI) untuk menjaga mutu dan integritas rantai distribusi obat-obatan.
Selain itu, syarat ini bertujuan untuk memastikan distribusi obat-obatan telah sesuai dengan persyaratan dan tujuan penggunaaannya
CDOB juga berguna untuk mengantisipasi praktik pemalsuan obat-obatan yang dapat merugikan konsumen.
Tidak hanya itu, sertifikat ini juga menjadi sebuah standar untuk memastikan mutu dan keselamatan dalam proses distribusi obat-obatan di Indonesia.
Berikut adalah tujuan, manfaat, syarat, dan kelebihan serta kekurangan dari sertifikat CDOB.
Kenapa CDOB Hadir?
Tujuan kehadiran CDOB adalah untuk menjamin bahwa distribusi obat-obatan dilakukan dengan cara yang aman, efektif, dan efisien.
Selain itu, CDOB juga bertujuan untuk menghilangkan resiko timbulnya korban jiwa akibat obat palsu atau obat yang tidak sesuai dengan standar.
CDOB juga memberikan beberapa manfaat penting dalam industri farmasi Indonesia, yaitu:
1. Meningkatkan Transparansi
Dokumentasi yang lengkap dan transparansi dalam proses distribusi membantu memantau jalur distribusi dengan lebih mudah.
2. Melindungi Konsumen
Cara distribusi obat yang baik membantu mencegah konsumen dari paparan obat palsu yang dapat berbahaya.
3. Mengoptimalkan Mutu
Standar ini memastikan bahwa obat-obatan yang didistribusikan memiliki mutu yang tinggi.
4. Mengantisipasi Pemalsuan Obat
CDOB membantu mengidentifikasi dan mencegah distribusi obat palsu.
Syarat Sertifikat CDOB
Untuk mendapatkan sertifikat cara distribusi obat yang baik, fasilitas distribusi harus memenuhi syarat-syarat berikut:
1. Manajemen Mutu
Fasilitas distribusi harus memiliki sistem mutu yang jelas dan efektif, termasuk manajemen risiko mutu.
2. Organisasi, Manajemen, dan Personalia
Struktur organisasi harus jelas, dan personil harus memiliki kompetensi yang cukup untuk menjalankan proses distribusi.
3. Bangunan dan Peralatan
Fasilitas penyimpanan harus bersih dan steril, serta peralatan harus dipelihara dengan baik.
4. Proses Operasional
Proses pengadaan, penyimpanan, transportasi, dan pengiriman harus dilakukan dengan hati-hati dan dokumentasi yang lengkap.
5. Inspeksi dan Audit
Fasilitas distribusi wajib melakukan inspeksi dan audit reguler untuk memastikan kelayakan proses distribusi.
Kelebihan dan Kekurangan Sertifikat CDOB
CDOB memiliki kelebihan dan kekurangannya.
Apa saja kelebihan dan kekurangannya? Ini dia penjelasannya!
Kelebihan
1. Standarisasi Distribusi
CDOB memberikan standar yang jelas untuk semua pihak yang terlibat dalam proses distribusi.
2. Transparansi
Dokumentasi yang lengkap dan transparansi dalam proses distribusi membantu memantau jalur distribusi dengan lebih mudah.
3. Menghemat Biaya
Dengan standar yang jelas, biaya operasional dapat diminimalkan karena pengurangan kesalahan dan kecelakaan.
4. Meningkatkan Kepercayaan
Sertifikat ini meningkatkan kepercayaan publik terhadap obat-obatan yang didistribusikan.
Kekurangan
1. Biaya Tinggi
Proses verifikasi dan sertifikasi CDOB dapat memerlukan biaya yang relatif tinggi.
2. Proses Rumit
Implementasi standar sertifikat ini memerlukan kompleksitas proses yang dapat sulit diimplementasikan oleh beberapa fasilitas distribusi.
3. Peluang Kesalahan
Walaupun minim, masih ada peluang kesalahan dalam implementasinya yang menyebabkan keterlambatan atau kesalahan proses distribusi.
Kesimpulan
Sertifikat Cara Distribusi Obat yang Baik merupakan standar penting yang ditetapkan oleh BPOM untuk memastikan mutu dan keselamatan dalam distribusi obat-obatan di Indonesia.
Dengan tujuan utama untuk mencegah pemalsuan dan menjaga kualitas, CDOB memberikan manfaat signifikan bagi konsumen dan industri farmasi.
Secara keseluruhan, sertifikat ini berkontribusi besar dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap obat-obatan yang beredar di pasaran.





