Daftar Isi

Kode KBLI untuk Apotek Pakai Perdagangan Besar atau Eceran?

Kode KBLI untuk Apotek Pakai Perdagangan Besar atau Eceran?

Banyak pelaku usaha di bidang farmasi masih ragu ketika harus menentukan KBLI (Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia) saat mendirikan apotek.

Sebab ada dua kategori perdagangan: eceran dan besar. 

Keduanya sama-sama berhubungan dengan jual beli produk kesehatan, tetapi aturan perizinannya berbeda.

Agar bisnis apotek tetap aman secara hukum, penting memahami KBLI yang tepat sejak awal.

KBLI yang Tepat untuk Usaha Apotek

Apotek pada dasarnya adalah usaha yang melakukan penjualan obat-obatan, alat kesehatan, vitamin, dan produk farmasi langsung kepada pasien atau konsumen akhir. 

Karena aktivitasnya langsung menjual ke masyarakat, maka apotek termasuk dalam kategori perdagangan eceran, bukan perdagangan besar.

Kode yang wajib digunakan adalah:

KBLI 47721 – Perdagangan Eceran Barang dan Obat Farmasi untuk Manusia di Apotek

Penjelasan penting terkait KBLI 47721:

  • Berlaku untuk apotek skala kecil maupun besar, karena keduanya sama-sama menjual obat dalam bentuk satuan atau kemasan kecil langsung ke pembeli.
  • Meliputi penjualan obat resep, obat bebas, serta produk farmasi lain seperti vitamin, suplemen, peralatan medis ringan, dan kosmetik tertentu yang diizinkan.
  • Kegiatan apotek tidak mencakup distribusi grosir, sehingga tidak bisa menggunakan kode perdagangan besar (kode 46).
  • KBLI ini juga menjadi dasar untuk mendapatkan Nomor Induk Berusaha (NIB), serta izin tambahan seperti SIA (Surat Izin Apotek) dari Dinas Kesehatan dan izin praktek Apoteker Penanggung Jawab.

Dengan memilih KBLI 47721, apotek terdaftar secara legal di OSS RBA, bisa membuka rekening bank atas nama usaha, mengurus NPWP badan, hingga menjalin kerja sama resmi dengan distributor farmasi.

Apa Bisa Apotek Memakai KBLI Perdagangan Besar?

Jawabannya jelas tidak bisa.

Apotek wajib menggunakan kategori perdagangan eceran (kode 47) karena aktivitas utamanya adalah melayani penjualan obat langsung kepada pasien atau konsumen akhir.

Baca Juga  Cara Mendaftarkan Merek Dagang: Panduan Lengkap 2025

Sedangkan KBLI perdagangan besar (kode 46) hanya diperuntukkan bagi perusahaan distributor atau grosir farmasi yang menjual obat dalam jumlah besar kepada pihak ketiga.

Seperti apotek lain, rumah sakit, atau toko obat, bukan langsung ke masyarakat.

Jika memaksakan diri memakai KBLI perdagangan besar, ada beberapa risiko serius:

  • NIB Tidak Bisa Terbit → OSS RBA hanya menerbitkan NIB sesuai kode KBLI yang tepat. Salah memilih kode bisa membuat pengajuan izin ditolak.
  • Izin Usaha Tidak Sah → Apotek bisa dianggap menjalankan usaha ilegal karena kegiatan yang dilakukan tidak sesuai dengan kode izin.
  • Ancaman Sanksi Hukum → Berdasarkan PP No. 29 Tahun 2021, usaha yang tidak sesuai izin dapat dikenakan sanksi administratif (teguran, denda, penghentian usaha), bahkan pencabutan izin permanen.

Jadi, apotek tidak boleh menggunakan KBLI perdagangan besar. 

Pilihan yang benar dan aman hanyalah KBLI 47721 – Perdagangan Eceran Barang dan Obat Farmasi untuk Manusia di Apotek.

KBLI yang Tepat untuk Distributor atau Grosir Obat

Untuk perusahaan farmasi yang berfokus pada distribusi dalam skala besar, kode yang digunakan berbeda dengan apotek. Kategori yang benar adalah:

KBLI 46441 – Perdagangan Besar Obat Farmasi untuk Manusia

Kode ini digunakan khusus untuk perusahaan yang menjalankan aktivitas grosir atau distributor obat-obatan

Karakteristiknya antara lain:

  • Skala penjualan besar → biasanya dalam karton, bal, atau bahkan kontainer.
  • Pelanggan utama → apotek, rumah sakit, toko obat, klinik, distributor kecil, hingga lembaga kesehatan lain.
  • Tidak melayani konsumen akhir → penjualan tidak dilakukan langsung ke pasien, melainkan ke pelaku usaha lain di sektor kesehatan.
  • Membutuhkan gudang dan izin distribusi → perusahaan biasanya harus memiliki fasilitas penyimpanan dengan standar khusus farmasi, serta izin tambahan dari Kementerian Kesehatan (misalnya Izin PBF – Pedagang Besar Farmasi).
Baca Juga  Izin Peternakan Ayam: Pemilihan KBLI, Syarat hingga Prosesnya

Jadi jelas, apotek dan distributor farmasi memiliki kode KBLI berbeda. 

Apotek wajib menggunakan KBLI 47721 karena melayani penjualan eceran ke masyarakat, sementara distributor farmasi menggunakan KBLI 46441 karena bergerak di perdagangan besar.

Risiko Menggabungkan Perdagangan Besar dan Eceran untuk Apotek

Beberapa pelaku usaha mungkin tergoda untuk mendaftarkan usaha dengan mencampur perdagangan besar dan eceran. 

Namun, cara ini berisiko besar.

1. NIB Tidak Akan Terbit
Sistem OSS hanya menerbitkan NIB berdasarkan satu KBLI utama. Jika usaha tidak sesuai dengan kode yang dipilih, pengajuan izin bisa ditolak.

2. Ancaman Sanksi Hukum
Berdasarkan PP No. 29 Tahun 2021, usaha yang tidak sesuai izin dapat dikenakan sanksi, mulai dari teguran tertulis, penghentian usaha, denda administratif, hingga pencabutan izin.

3. Perbedaan Skala dan Syarat Izin

    – Usaha grosir butuh gudang besar serta aturan distribusi ketat.

    – Apotek lebih menekankan pada pelayanan pasien, izin lokasi, serta kepatuhan standar farmasi.

    Jadi, mencampur keduanya jelas bertentangan dengan regulasi.

    Konsultasi KBLI Lebih Mudah dengan VALEED

    Mengurus KBLI apotek seringkali membingungkan. Salah pilih kode bisa bikin izin usaha gagal terbit.

    Bersama VALEED, semua proses jadi lebih cepat dan aman:

    – Tim ahli berpengalaman membantu memilih KBLI yang sesuai.

    – Administrasi izin usaha ditangani dari awal hingga selesai.

    – Bisnis langsung legal tanpa khawatir ditolak OSS.

    Jangan salah langkah, konsultasikan izin apotekmu sekarang dengan tim VALEED.

    Kesimpulan

    Apotek termasuk usaha perdagangan eceran sehingga wajib menggunakan KBLI 47721.

    Sementara itu, perusahaan grosir atau distributor obat harus memakai KBLI 46441.

    Keduanya tidak bisa digabung. Jika dipaksakan, izin bisa ditolak dan usaha berisiko terkena sanksi hukum.

    Baca Juga  Relaksasi Sanksi: Aturan Baru DJP Ringankan Beban Wajib Pajak

    Dengan memilih KBLI yang tepat sejak awal, usaha apotek akan lebih aman secara hukum dan lebih mudah berkembang.

    FAQ 

    1. KBLI apa yang wajib digunakan untuk apotek?
    Apotek wajib menggunakan KBLI 47721 – Perdagangan Eceran Barang dan Obat Farmasi untuk Manusia di Apotek.

    2. Apakah apotek bisa mendaftar dengan KBLI perdagangan besar?
    Tidak bisa. Perdagangan besar (kode 46) hanya untuk distributor atau grosir, bukan apotek.

    3. Apa KBLI untuk perusahaan farmasi yang mendistribusikan obat?
    Gunakan KBLI 46441 – Perdagangan Besar Obat Farmasi untuk Manusia.

    4. Apa risikonya jika apotek mendaftarkan dua KBLI sekaligus?
    NIB bisa ditolak, izin usaha dianggap tidak sah, dan ada ancaman sanksi sesuai PP No. 29 Tahun 2021.

    5. Apakah apotek skala besar boleh tetap pakai KBLI 47721?
    Ya, baik kecil maupun besar, apotek tetap harus memakai KBLI 47721 karena aktivitas utamanya eceran.

    6. Bisakah KBLI diubah setelah izin terbit?
    Bisa. OSS menyediakan fitur perubahan data, tetapi tetap harus sesuai aturan dan dokumen tambahan bisa diperlukan.

    7. Kenapa pemilihan KBLI penting untuk apotek?
    Karena KBLI menentukan legalitas usaha, akses izin lanjutan (SIUP, NPWP, NIB), dan kepastian hukum di masa depan.

    8. Apakah mengurus KBLI wajib melalui konsultan?
    Tidak wajib, tapi sangat disarankan agar tidak salah pilih. Dengan konsultan seperti VALEED, proses lebih aman dan efisien.

    Daftar Isi