Daftar Isi

Cara Daftar HKI Secara Online: Syarat, hingga Biaya

Cara Daftar HKI Secara Online: Syarat, hingga Biaya

Karya bukan cuma soal kreativitas, tapi juga soal perlindungan hukum. Logo brand, nama usaha, desain, tulisan, musik, hingga aplikasi, semua punya nilai ekonomi yang besar. 

Sayangnya, masih banyak pelaku usaha dan kreator yang menunda pendaftaran HKI karena dianggap ribet atau mahal.

Padahal saat ini, cara daftar HKI secara online sudah jauh lebih mudah lewat sistem resmi Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) di bawah Kementerian Hukum dan HAM. 

Artikel ini akan membahas secara lengkap mulai dari pengertian HKI, syarat pendaftaran HKI online, biaya daftar HKI lewat e-HKI, hingga langkah-langkah mengurus HKI online secara praktis.

Pengertian HKI dan Pentingnya Perlindungan Legal

Hak Kekayaan Intelektual atau Hak Atas Kekayaan Intelektual merupakan hak eksklusif yang diberikan oleh negara kepada seseorang atau badan hukum atas hasil cipta, rasa, dan karsa yang dihasilkan melalui kemampuan intelektual. 

Hak ini memberikan kewenangan penuh kepada pemiliknya untuk menggunakan, memanfaatkan, serta memperoleh manfaat ekonomi dari karya tersebut sesuai dengan ketentuan peraturan perundang undangan yang berlaku.

Pemberian hak eksklusif dalam sistem HKI bertujuan untuk mengakui adanya nilai hukum dan nilai ekonomi yang melekat pada suatu karya intelektual. 

Setiap karya yang dihasilkan tidak muncul secara instan, melainkan melalui proses berpikir, penelitian, perancangan, serta pengorbanan sumber daya. 

Oleh karena itu, negara berkewajiban memberikan perlindungan hukum agar hasil karya tersebut tidak digunakan, diperbanyak, atau diklaim oleh pihak lain tanpa persetujuan pemilik hak.

Perlindungan legal melalui HKI juga berfungsi sebagai alat kepastian hukum. 

Dengan adanya pendaftaran atau pengakuan HKI, pemilik karya memiliki bukti yang sah apabila terjadi sengketa, pelanggaran, atau penggunaan tanpa izin. 

Kepastian hukum ini penting untuk menjaga hak pemilik agar dapat menuntut, melarang, atau mengendalikan penggunaan karya sesuai dengan kepentingannya.

Selain aspek perlindungan, HKI memiliki peran strategis dalam mendukung kegiatan ekonomi dan bisnis. 

Karya yang telah memiliki perlindungan HKI dapat dimanfaatkan sebagai aset komersial, baik melalui lisensi, kerja sama usaha, maupun pengembangan produk dan jasa. 

Dalam konteks usaha, kepemilikan HKI meningkatkan kepercayaan mitra bisnis, investor, dan lembaga keuangan karena menunjukkan bahwa suatu karya atau merek telah memiliki dasar hukum yang jelas.

Dari sisi pembangunan nasional, sistem HKI mendorong terciptanya iklim inovasi yang sehat. 

Dengan adanya jaminan perlindungan hukum, individu dan pelaku usaha terdorong untuk terus menciptakan karya baru tanpa khawatir hasil karyanya disalahgunakan. 

Hal ini berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi, peningkatan daya saing, serta pengembangan industri berbasis pengetahuan dan kreativitas.

Jenis-Jenis HKI yang Diakui di Indonesia

Secara umum, HKI terbagi menjadi dua kelompok besar:

1. Hak Cipta

Hak Cipta merupakan hak eksklusif yang diberikan kepada pencipta atas suatu ciptaan di bidang ilmu pengetahuan, seni, dan sastra. 

Hak ini timbul secara otomatis sejak ciptaan tersebut diwujudkan dalam bentuk nyata dan dapat dilihat, dibaca, atau didengar oleh pihak lain. 

Dengan demikian, perlindungan Hak Cipta tidak bergantung pada pendaftaran, melainkan pada adanya wujud nyata dari ciptaan itu sendiri. Contohnya:

  • Buku dan artikel
  • Musik dan lagu
  • Foto dan video
  • Software dan konten digital

Meskipun perlindungan Hak Cipta bersifat otomatis, pendaftaran Hak Cipta tetap memiliki peran yang sangat penting. 

Pendaftaran berfungsi sebagai alat bukti hukum yang kuat untuk membuktikan kepemilikan ciptaan apabila terjadi sengketa di kemudian hari. 

Baca Juga  Panduan Lengkap Izin Usaha Pertanian: Legal, Cepat, dan Praktis

Dalam proses penegakan hukum, sertifikat Hak Cipta yang diterbitkan oleh negara memberikan kepastian mengenai siapa pihak yang diakui sebagai pencipta atau pemegang hak yang sah.

2. Hak Kekayaan Industri

Hak Kekayaan Industri merupakan bagian dari sistem Hak Kekayaan Intelektual yang perlindungannya tidak timbul secara otomatis. 

Hak ini baru memperoleh perlindungan hukum setelah didaftarkan dan disetujui oleh instansi yang berwenang. 

Oleh karena itu, pendaftaran menjadi syarat utama untuk mendapatkan hak eksklusif atas objek Hak Kekayaan Industri. Kelompok ini mencakup:

  • Merek (nama, logo, slogan)
  • Paten
  • Desain Industri
  • Rahasia Dagang
  • Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu

Berbeda dengan hak cipta, perlindungan hukum atas Hak Kekayaan Industri menganut prinsip pendaftaran.

Berarti hak eksklusif diberikan kepada pihak yang pertama kali mengajukan permohonan dan memenuhi seluruh persyaratan hukum. 

Tanpa pendaftaran, pemilik karya atau inovasi tidak memiliki dasar hukum yang kuat untuk melarang pihak lain menggunakan atau meniru hasil karyanya.

Mengapa HKI Wajib Didaftarkan Sejak Awal?

Masih banyak yang mempertanyakan alasan pendaftaran HKI meskipun karya telah dimiliki. 

Pendaftaran HKI memberikan manfaat hukum dan bisnis yang tidak dapat diperoleh hanya dengan kepemilikan karya semata.

– Perlindungan Hukum Resmi

Karya yang telah terdaftar memiliki dasar hukum yang jelas dan diakui negara. 

Dalam hal terjadi sengketa, klaim kepemilikan, atau penggunaan tanpa izin oleh pihak lain, pemilik HKI dapat menunjukkan sertifikat pendaftaran sebagai bukti sah untuk menegakkan haknya.

– Antisipasi Plagiarisme dan Penjiplakan

Sertifikat HKI berfungsi sebagai alat pembuktian utama yang menunjukkan kepemilikan atas suatu karya. 

Dengan adanya pencatatan resmi, posisi pemilik menjadi lebih kuat secara hukum apabila terjadi peniruan, penggandaan, atau pemanfaatan karya tanpa persetujuan.

– Hak Monopoli yang Legal

Sistem HKI di Indonesia menganut prinsip pendaftar pertama atau first to file. 

Artinya, hak eksklusif diberikan kepada pihak yang terlebih dahulu mengajukan dan memperoleh persetujuan pendaftaran. 

Tanpa pendaftaran, pihak lain berpotensi lebih dahulu memperoleh hak hukum atas karya yang sama.

– Nilai Tambah Bisnis

HKI yang terdaftar meningkatkan kredibilitas usaha karena menunjukkan bahwa produk, merek, atau karya telah memiliki perlindungan hukum. 

Ini memudahkan pemilik dalam menjalin kerja sama bisnis, memberikan lisensi, serta mengakses pendanaan dari investor maupun lembaga keuangan.

Dokumen dan Persyaratan Pendaftaran HKI Online

Syarat pendaftaran HKI online berbeda tergantung jenis HKI yang diajukan. Namun secara umum, dokumen berikut perlu dipersiapkan:

1. Identitas Pemohon

  • KTP (WNI) atau Paspor (WNA)
  • NPWP (jika ada)
  • Akta pendirian & SK Kemenkumham (jika pemohon badan hukum)

2. Data Karya atau HKI

  • Judul atau nama HKI
  • Jenis ciptaan atau merek
  • Uraian singkat karya
  • Tanggal dan tempat pertama kali diumumkan (untuk hak cipta)

3. Dokumen Pendukung

  • Surat pernyataan kepemilikan
  • Surat pengalihan hak (jika ada)
  • Surat kuasa (jika dikuasakan)
  • Contoh ciptaan (file digital)

Jika permohonan diajukan melalui kuasa, pemohon harus menyertakan surat kuasa yang ditandatangani secara sah. 

Selain itu, pemohon juga wajib melampirkan contoh ciptaan dalam bentuk file digital sebagai representasi dari karya yang didaftarkan.

Seluruh dokumen tersebut diunggah secara elektronik melalui sistem e HKI milik Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual sebagai bagian dari proses pendaftaran resmi.

Cara Daftar HKI Secara Online

Proses pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual saat ini dapat dilakukan secara daring melalui sistem resmi Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual. 

Baca Juga  Dasar Hukum PJBU Merangkap PJTBU dalam Dunia Konstruksi, Apa Dibolehkan?

Dengan mengikuti tahapan berikut, pemohon dapat mengajukan permohonan HKI tanpa harus datang langsung ke kantor.

1. Akses Website Resmi DJKI

Kunjungi laman resmi Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual melalui portal dgip.go.id atau subdomain layanan sesuai jenis HKI.

2. Registrasi Akun e-HKI

Buat akun dengan mengisi:

  • Nama lengkap
  • Email aktif
  • Nomor identitas
  • Password

Setelah registrasi, lakukan verifikasi akun melalui email.

3. Login ke Sistem e-HKI

Masuk menggunakan username dan password yang telah terdaftar.

4. Pilih Jenis HKI

Tentukan jenis HKI yang akan didaftarkan:

  • Hak Cipta
  • Merek
  • Paten
  • Desain Industri

Pastikan memilih kategori yang sesuai agar tidak ditolak secara administratif.

5. Isi Formulir Permohonan

Lengkapi formulir online dengan data:

  • Pemohon
  • Pencipta (jika berbeda)
  • Uraian HKI
  • Klaim kepemilikan

6. Unggah Dokumen Persyaratan

Unggah seluruh dokumen pendukung sesuai format dan ukuran yang ditentukan sistem.

7. Lakukan Pembayaran

Setelah permohonan diverifikasi awal, sistem akan menerbitkan kode billing. Pembayaran dilakukan melalui bank yang ditunjuk.

8. Proses Pemeriksaan dan Verifikasi

DJKI akan melakukan pemeriksaan administratif dan substantif sesuai jenis HKI.

9. Sertifikat HKI Terbit

Jika disetujui, sertifikat HKI dapat diunduh dan dicetak secara mandiri melalui akun e-HKI.

Biaya Resmi Pendaftaran HKI Berdasarkan Jenisnya

Biaya pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual melalui sistem e HKI ditetapkan oleh pemerintah dan diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2019. 

Setiap jenis HKI memiliki besaran biaya yang berbeda sesuai dengan karakteristik perlindungannya.

1. Hak Cipta

Biaya pendaftaran Hak Cipta dikenakan sekitar Rp 200.000 untuk setiap permohonan. 

Biaya ini berlaku untuk satu ciptaan dan dibayarkan setelah pemohon memperoleh kode pembayaran dari sistem. 

2. Merek UMKM

Pendaftaran merek bagi pelaku Usaha Mikro dan Kecil mendapatkan tarif yang lebih rendah dibandingkan merek umum. 

Kebijakan ini bertujuan untuk mendorong pelaku UMKM agar melindungi identitas usaha mereka secara legal tanpa beban biaya yang tinggi.

3. Merek Umum

Biaya pendaftaran merek umum relatif lebih tinggi karena dihitung berdasarkan jumlah kelas barang atau jasa yang diajukan. 

Semakin banyak kelas yang dipilih, semakin besar biaya yang harus dibayarkan. Perlindungan merek berlaku untuk jangka waktu tertentu setelah disetujui.

4. Paten dan Desain Industri

Biaya pendaftaran paten dan desain industri bersifat bervariasi. 

Besarannya ditentukan oleh jenis paten, jumlah klaim, serta tingkat kompleksitas invensi atau desain yang didaftarkan. 

Oleh karena itu, pemohon perlu memahami ruang lingkup perlindungan sebelum mengajukan permohonan.

Perlu diperhatikan bahwa seluruh biaya tersebut merupakan biaya resmi yang dipungut oleh negara. 

Biaya ini belum termasuk jasa konsultan atau kuasa apabila pemohon memilih menggunakan pihak ketiga dalam proses pendaftaran HKI.

Simbol-Simbol HKI yang Perlu Anda Ketahui

Setelah suatu Hak Kekayaan Intelektual didaftarkan atau diajukan, pemilik hak dapat menggunakan simbol tertentu sebagai penanda status hukum atas karya atau merek yang dimiliki. 

Penggunaan simbol ini berfungsi untuk memberikan informasi kepada publik mengenai perlindungan hukum yang melekat pada suatu karya atau tanda pembeda.

1. ™ Trade Mark

Simbol ini digunakan untuk menandai merek dagang yang sedang dalam proses pendaftaran atau belum memperoleh sertifikat resmi. 

Penggunaan simbol ini menunjukkan adanya klaim kepemilikan atas suatu merek, meskipun perlindungan hukumnya belum sepenuhnya diberikan oleh negara.

2. ® Registered

Simbol ini digunakan untuk merek yang telah resmi terdaftar dan memperoleh perlindungan hukum penuh.

Baca Juga  Koperasi Syariah: Prinsip, Legalitas, dan Peluangnya

Penggunaan simbol ini menandakan bahwa merek tersebut telah dicatat secara sah dan pemiliknya memiliki hak eksklusif untuk menggunakan serta melarang pihak lain menggunakan merek yang sama atau serupa.

3. © Copyright

Simbol ini menunjukkan bahwa suatu karya dilindungi oleh hak cipta. 

Simbol copyright digunakan untuk menegaskan kepemilikan atas karya di bidang ilmu pengetahuan, seni, atau sastra, serta untuk memberi peringatan bahwa penggunaan karya tersebut memerlukan izin dari pemilik hak.

4. SM Service Mark

Simbol ini digunakan untuk menandai jasa atau layanan yang memiliki identitas tertentu. 

Service mark berfungsi melindungi tanda pembeda yang digunakan dalam kegiatan jasa, sehingga pihak lain tidak dapat menggunakan tanda yang sama untuk jenis layanan sejenis tanpa izin.

Penggunaan simbol simbol HKI secara tepat membantu memperkuat posisi hukum pemilik hak dan mencegah penggunaan atau klaim yang tidak sah oleh pihak lain.

Tips Agar Pengajuan HKI Cepat Disetujui

Agar proses pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual berjalan lancar dan tidak memakan waktu terlalu lama, pemohon perlu memperhatikan beberapa hal penting sejak tahap awal pengajuan.

– Pastikan Data Lengkap dan Konsisten

Seluruh data yang diisi dalam formulir pendaftaran harus lengkap dan sesuai dengan dokumen pendukung. 

Ketidaksesuaian data seperti perbedaan penulisan nama, alamat, atau identitas sering menjadi alasan terjadinya penolakan atau permintaan perbaikan administratif.

Lakukan Pengecekan Awal

Khusus untuk pendaftaran merek, pemohon disarankan melakukan penelusuran merek terlebih dahulu pada basis data DJKI. 

Langkah ini penting untuk memastikan bahwa merek yang diajukan tidak memiliki persamaan atau kemiripan dengan merek yang telah terdaftar sebelumnya.

Gunakan Deskripsi yang Jelas

Uraian mengenai karya atau objek HKI harus disusun secara jelas dan spesifik. 

Deskripsi yang terlalu umum atau tidak menggambarkan karakteristik utama karya dapat menimbulkan keraguan dalam proses pemeriksaan substantif.

Daftarkan Sejak Dini

Pendaftaran HKI sebaiknya dilakukan sejak karya atau merek mulai digunakan. 

Sistem HKI menganut prinsip pendaftar pertama, sehingga penundaan pendaftaran dapat membuka peluang bagi pihak lain untuk lebih dahulu memperoleh hak hukum atas karya yang sama.

Gunakan Jasa Profesional Jika Perlu

Bagi pelaku usaha atau pemilik karya yang ingin meminimalkan risiko kesalahan, penggunaan jasa konsultan atau kuasa HKI dapat menjadi pilihan. 

Pendampingan profesional membantu memastikan proses pendaftaran sesuai ketentuan dan mempercepat penyelesaian permohonan.

Kesimpulan

Cara daftar HKI secara online kini semakin mudah dan transparan berkat sistem e-HKI dari DJKI. Dengan memahami syarat pendaftaran HKI online, mengetahui biaya daftar HKI lewat e-HKI, serta mengikuti langkah-langkah mengurus HKI online secara benar, Anda bisa melindungi karya dan bisnis secara legal sejak awal.

HKI merupakan aset hukum dan ekonomi jangka panjang. Semakin cepat didaftarkan, semakin besar perlindungan yang Anda dapatkan.

Solusi Pendaftaran HKI Praktis dan Mudah

Selain mendaftar HKI secara online melalui sistem resmi DJKI, Anda juga dapat memilih cara yang lebih praktis dengan menggunakan jasa VALEED. Layanan ini membantu proses pendaftaran HKI agar lebih tertib, minim kesalahan, dan sesuai ketentuan yang berlaku.

Dengan pendampingan profesional, Anda tidak perlu repot mengurus dokumen dan tahapan teknis secara mandiri, sehingga proses pendaftaran dapat berjalan lebih efisien.

Konsultasi GRATIS, KLIK DI SINI!!

Daftar Isi