Daftar Isi

50 Nama Yayasan Islam yang Bagus dan Sah Secara Hukum

Diperbarui pada 9 October 2026

Memilih nama yayasan Islam yang bagus tidak cukup hanya dengan mencari nama yang memiliki arti baik.

Nama yayasan juga harus memenuhi aturan hukum agar dapat digunakan dalam proses pendirian badan hukum.

Karena itu, nama yang sudah terdengar bagus belum tentu dapat langsung digunakan.

Artikel ini membahas 50 contoh nama yayasan Islam, aturan penamaan yayasan, cara mengecek nama melalui AHU, syarat pendirian, serta kesalahan yang perlu dihindari.

Aturan Nama Yayasan Islam yang Perlu Diketahui

Nama yayasan harus memenuhi ketentuan hukum sebelum digunakan dalam akta pendirian.

Secara umum, nama yayasan harus diawali dengan kata “Yayasan”, tidak boleh sama dengan nama yayasan lain yang sudah digunakan secara sah, dan tidak boleh bertentangan dengan ketertiban umum atau kesusilaan.

Selain itu, terdapat aturan teknis mengenai jumlah kata, penggunaan angka, dan tanda baca dalam nama yayasan.

Dasar Hukum Nama Yayasan

Aturan mengenai yayasan terutama terdapat dalam UU Nomor 16 Tahun 2001 tentang Yayasan sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 28 Tahun 2004.

Pelaksanaan aturan tersebut juga diatur dalam PP Nomor 63 Tahun 2008 sebagaimana telah diubah dengan PP Nomor 2 Tahun 2013.

Sementara itu, tata cara pengajuan pengesahan badan hukum yayasan diatur melalui Permenkumham Nomor 2 Tahun 2016 sebagaimana telah diubah dengan Permenkumham Nomor 13 Tahun 2019.

Dengan demikian, pemilihan nama yayasan sebaiknya tidak hanya mempertimbangkan unsur agama atau estetika, tetapi juga memperhatikan ketentuan administrasi yang berlaku.

Syarat Nama Yayasan

Nama yayasan harus memenuhi beberapa persyaratan sebelum diajukan dalam proses pendirian.

Beberapa persyaratan tersebut antara lain:

  • Nama harus diawali dengan kata “Yayasan”.
  • Nama tidak boleh sama dengan nama yayasan lain yang sudah digunakan secara sah.
  • Nama tidak boleh bertentangan dengan ketertiban umum atau kesusilaan.
  • Nama menggunakan huruf Latin.
  • Nama terdiri dari minimal 3 kata.
  • Nama tidak menggunakan angka.
  • Nama tidak menggunakan tanda baca.
  • Nama tidak hanya menggambarkan maksud, tujuan, atau kegiatan yayasan.

Aturan tersebut penting diperhatikan sejak awal karena nama yang tidak sesuai dapat menghambat proses pendirian yayasan.

nama yayasan yang bagus

Konsultasi Gratis Pendirian Yayasan dengan KLIK LINK DISINI

Bagaimana dengan Nama Yayasan yang Menggunakan Bahasa Arab?

Nama yang menggunakan istilah Arab tetap dapat digunakan selama memenuhi ketentuan penamaan yayasan.

Namun, penulisannya perlu diperhatikan karena aturan teknis nama yayasan tidak memperbolehkan penggunaan tanda baca.

Sebagai contoh, penggunaan “Yayasan Al Hikmah” lebih aman daripada menulis “Yayasan Al-Hikmah” karena tanda hubung termasuk tanda baca.

Hal yang sama perlu diperhatikan pada nama seperti An Nur, Ar Rahmah, atau Al Fattah.

Dengan demikian, istilah Arab tetap dapat digunakan, tetapi penulisannya perlu disesuaikan dengan ketentuan administrasi nama yayasan.

Mengapa Nama Yayasan yang Terlalu Umum Sebaiknya Dihindari?

Nama seperti Nurul Huda, Al Hikmah, Amanah, atau Ar Rahmah memiliki arti yang baik, tetapi nama tersebut juga cukup umum digunakan.

Akibatnya, kemungkinan terdapat yayasan lain yang sudah menggunakan nama yang sama atau memiliki kemiripan cukup besar.

Karena itu, calon pendiri sebaiknya menambahkan unsur pembeda pada nama.

Unsur pembeda tersebut dapat berupa kata yang menggambarkan wilayah, kegiatan, visi, atau karakter yayasan.

Tips Memilih Nama Yayasan Islam yang Bagus

Nama yayasan yang baik bukan hanya memiliki arti yang bagus, tetapi juga mudah diingat dan dapat digunakan dalam jangka panjang.

Berikut beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan sebelum menentukan nama.

1. Pilih Nama dengan Arti yang Positif

Gunakan kata yang memiliki makna baik dan sesuai dengan nilai yang ingin dibawa oleh yayasan.

Beberapa contoh kata yang dapat digunakan adalah rahmah yang berarti kasih sayang, amanah yang berkaitan dengan kepercayaan, hikmah yang berarti kebijaksanaan, serta nur yang berarti cahaya.

Baca Juga  Berapa Masa Berlaku Izin Edar BPOM? Ketentuan dan Cara Ceknya

Pemilihan kata tersebut akan membuat nama lebih sesuai dengan identitas yayasan Islam.

2. Gunakan Ejaan yang Konsisten

Nama yayasan sebaiknya ditulis dengan ejaan yang sama di seluruh dokumen.

Nama dalam akta, dokumen perpajakan, rekening bank, website, media sosial, dan materi publik sebaiknya tidak berbeda.

Konsistensi tersebut akan memudahkan administrasi dan mengurangi kebingungan ketika yayasan berhubungan dengan masyarakat atau donatur.

3. Pilih Nama yang Mudah Diingat

Nama yang terlalu panjang dapat membuat masyarakat sulit mengingatnya.

Karena itu, pilih kombinasi kata yang sederhana dan mudah diucapkan.

Nama yang mudah diingat juga akan lebih mudah digunakan sebagai identitas organisasi.

4. Tambahkan Kata Pembeda

Jika nama yang diinginkan terlalu umum, tambahkan kata yang membuatnya lebih spesifik.

Contohnya adalah kata Nusantara, Indonesia, Mandiri, Peduli, Cendekia, atau kata lain yang sesuai dengan identitas yayasan.

5. Pastikan Nama Tidak Membingungkan Masyarakat

Hindari nama yang terlalu mirip dengan lembaga pemerintah, sekolah, organisasi besar, atau badan hukum lain.

Tujuannya agar masyarakat tidak salah mengira bahwa yayasan memiliki hubungan resmi dengan lembaga tersebut.

6. Siapkan Beberapa Nama Alternatif

Jangan hanya menyiapkan satu nama.

Sebaiknya siapkan sekitar tiga sampai lima pilihan nama sebelum mengurus pendirian yayasan.

Dengan cara tersebut, proses dapat tetap berjalan jika pilihan pertama ternyata sudah digunakan atau tidak dapat disetujui.

50 Nama Yayasan Islam yang Bagus

Berikut beberapa contoh nama yayasan Islam yang bagus yang dapat digunakan sebagai inspirasi.

Daftar ini bukan berarti nama tersebut pasti masih tersedia di AHU.

Karena itu, setiap nama tetap perlu dicek sebelum digunakan dalam proses pendirian.

A. Nama Yayasan Islam Bernuansa Spiritual

  1. Yayasan Nurul Huda cahaya petunjuk.
  2. Yayasan Al Hikmah kebijaksanaan.
  3. Yayasan Ar Rahmah kasih sayang.
  4. Yayasan Amanah Ilahi kepercayaan kepada Allah.
  5. Yayasan Taqwa Sejati ketakwaan.
  6. Yayasan Al Muhsinin orang-orang yang berbuat baik.
  7. Yayasan Ihsanul Amal amal terbaik.
  8. Yayasan Hidayatul Ummah petunjuk bagi umat.
  9. Yayasan Cahaya Iman menggambarkan nilai keimanan.
  10. Yayasan Sakinah Mawaddah ketenteraman dan kasih sayang.

B. Nama Yayasan untuk Pendidikan dan Sosial

  1. Yayasan Insan Madani.
  2. Yayasan Cahaya Umat.
  3. Yayasan Lentera Ilmu Islami.
  4. Yayasan Bina Umat Islami.
  5. Yayasan Ilmu dan Amal.
  6. Yayasan Pelita Akhlak Mulia.
  7. Yayasan Tunas Dakwah Bangsa.
  8. Yayasan Iqra Cendekia bermakna membaca atau belajar.
  9. Yayasan Tarbiyah Insani pendidikan manusia.
  10. Yayasan Cendekia Rahmatan.

C. Nama Yayasan Islam Modern

  1. Yayasan Generasi Hijrah Indonesia.
  2. Yayasan Ummah Masa Depan.
  3. Yayasan Hijrah Milenial Mulia.
  4. Yayasan Satu Ummah.
  5. Yayasan Dakwah Digital Nusantara.
  6. Yayasan Cahaya Quran Kids.
  7. Yayasan Pemuda Hijrah.
  8. Yayasan Spirit Hijrah Bangsa.
  9. Yayasan Ummah Visi Mandiri.
  10. Yayasan Nur Masa Depan.

D. Nama Yayasan yang Terinspirasi Istilah Al Quran

  1. Yayasan Fisabilillah Nusantara di jalan Allah.
  2. Yayasan Al Kautsar Sejahtera nikmat yang banyak.
  3. Yayasan Al Fattah Mandiri.
  4. Yayasan Al Maun Peduli semangat membantu sesama.
  5. Yayasan Al Ikhlas Bersama.
  6. Yayasan Al Amin Terpercaya.
  7. Yayasan Al Huda Mulia.
  8. Yayasan Al Furqan Cendekia pembeda antara yang benar dan yang salah.
  9. Yayasan Shidiq Amanah Ummat.
  10. Yayasan Ar Rahman Peduli.

E. Nama Yayasan dengan Kombinasi Bahasa Arab dan Indonesia

  1. Yayasan Amanah Bangsa.
  2. Yayasan Barokah Indonesia.
  3. Yayasan Al Falah Mandiri kemenangan atau keberhasilan.
  4. Yayasan Cahaya Sunnah Nusantara.
  5. Yayasan Rahmah Sejahtera.
  6. Yayasan Nur Islami Indonesia.
  7. Yayasan Hidayah Mulia.
  8. Yayasan As Sakinah Nusantara.
  9. Yayasan Al Hikmah Peradaban.
  10. Yayasan Madani Jaya Abadi.

Nama-nama tersebut dapat dijadikan inspirasi awal sebelum menentukan nama resmi yayasan.

Sebelum nama digunakan, tetap lakukan pengecekan melalui sistem AHU untuk melihat kemungkinan adanya nama yang sama atau memiliki kemiripan.

Baca Juga  Izin Usaha Warung Makan: Syarat, KBLI, dan Cara Mengurusnya

Cara Cek Ketersediaan Nama Yayasan di AHU

Pengecekan nama yayasan perlu dilakukan sebelum calon pendiri melanjutkan proses pendirian.

Tujuannya adalah untuk mengetahui apakah nama yang dipilih memiliki kemiripan dengan yayasan yang sudah tercatat.

Secara umum, prosesnya dapat dilakukan dengan langkah berikut:

  1. Buka layanan resmi AHU Online.
  2. Pilih layanan yang berkaitan dengan yayasan.
  3. Masukkan nama yayasan yang ingin diperiksa.
  4. Periksa hasil pencarian dan nama yang memiliki kemiripan.
  5. Jika diperlukan, gunakan nama alternatif.
  6. Lanjutkan proses pemesanan nama melalui mekanisme AHU dan notaris.

Namun, hasil pencarian awal tidak selalu berarti nama tersebut otomatis disetujui untuk pendirian.

Karena itu, proses resmi melalui notaris tetap diperlukan sebelum nama yayasan digunakan dalam akta pendirian.

Syarat Mendirikan Yayasan

Pendirian yayasan tidak hanya membutuhkan nama yang sesuai.

Calon pendiri juga harus memenuhi persyaratan mengenai pendiri, kekayaan awal, tujuan yayasan, serta susunan organ yayasan.

Yayasan dapat didirikan oleh satu orang atau lebih dengan memisahkan sebagian harta kekayaan pendiri untuk menjadi kekayaan awal yayasan.

Yayasan dapat bergerak dalam bidang sosial, keagamaan, dan kemanusiaan.

Berbeda dengan perkumpulan, yayasan tidak memiliki anggota.

Berapa Kekayaan Awal Yayasan?

Untuk yayasan yang didirikan oleh orang Indonesia, kekayaan awal yang dipisahkan dari harta pribadi pendiri paling sedikit Rp10 juta.

Sementara itu, apabila yayasan didirikan oleh orang asing atau orang asing bersama orang Indonesia, kekayaan awal paling sedikit Rp100 juta.

Kekayaan awal tersebut dapat berupa uang atau barang yang nilainya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Apa Saja Organ Yayasan?

Yayasan memiliki tiga organ utama.

Organ tersebut terdiri dari Pembina, Pengurus, dan Pengawas.

Ketiga organ tersebut memiliki fungsi dan kewenangan yang berbeda dalam menjalankan serta mengawasi yayasan.

Tahapan Mendirikan Yayasan

Proses pendirian yayasan dimulai dari menentukan nama sampai mendapatkan pengesahan badan hukum.

Tahapannya secara sederhana adalah sebagai berikut:

  1. Menentukan nama yayasan
  2. Melakukan pengecekan dan pemesanan nama
  3. Membuat akta pendirian melalui notaris
  4. Menyusun anggaran dasar dan data yayasan
  5. Mengajukan permohonan pengesahan badan hukum
  6. Mendapatkan keputusan pengesahan
  7. Mengurus kebutuhan administrasi dan operasional yayasan

Notaris wajib menyampaikan permohonan pengesahan kepada Menteri paling lambat 10 hari sejak akta pendirian ditandatangani.

Setelah permohonan diterima secara lengkap, keputusan mengenai pengesahan diberikan paling lambat 30 hari sesuai ketentuan yang berlaku.

Karena itu, kelengkapan dokumen menjadi salah satu faktor penting agar proses pendirian tidak mengalami hambatan.

Apakah Yayasan Boleh Memiliki Usaha?

Yayasan dapat mendirikan badan usaha atau melakukan penyertaan modal dalam badan usaha sepanjang kegiatan tersebut sesuai dengan maksud dan tujuan yayasan.

Namun, yayasan tidak boleh diperlakukan seperti perusahaan biasa yang keuntungannya dibagikan kepada pendiri.

Keuntungan dari kegiatan usaha harus digunakan untuk mendukung pencapaian tujuan yayasan sesuai ketentuan hukum.

UU Yayasan juga mengatur batas penyertaan yayasan dalam badan usaha.

Karena itu, jika yayasan akan memiliki atau menjalankan kegiatan usaha, struktur hukumnya sebaiknya dirancang sejak awal bersama notaris atau konsultan hukum.

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Memilih Nama Yayasan

Kesalahan dalam memilih nama dapat membuat proses pendirian menjadi lebih panjang.

Beberapa kesalahan yang perlu dihindari antara lain:

  1. Memilih nama yang kurang dari tiga kata.
  2. Menggunakan angka atau tanda baca.
  3. Menggunakan nama yang sudah dipakai yayasan lain.
  4. Memilih nama yang terlalu mirip dengan yayasan lain.
  5. Menggunakan nama yang hanya menjelaskan kegiatan yayasan.
  6. Menggunakan kata tertentu tanpa memahami konsekuensi hukumnya.
  7. Tidak menyiapkan nama alternatif.
  8. Menggunakan nama yang berbeda antara dokumen resmi dan identitas publik.
Baca Juga  Sinergi Legalitas Usaha dan SEO, Pondasi Kuat Membangun Kredibilitas Bisnis di Era Digital

Selain itu, calon pendiri sebaiknya tidak menganggap hasil pencarian nama sebagai jaminan bahwa nama pasti mendapatkan persetujuan.

Keputusan akhir tetap mengikuti proses administrasi dan pemeriksaan dalam sistem AHU.

FAQ

Apakah nama yayasan boleh menggunakan tanda hubung seperti Al Hikmah?

Nama yayasan sebaiknya tidak menggunakan tanda baca karena ketentuan teknis penamaan yayasan mensyaratkan nama tanpa tanda baca.

Karena itu, Yayasan Al Hikmah lebih sesuai dibandingkan Yayasan Al-Hikmah.

Berapa kata minimal untuk nama yayasan?

Nama yayasan minimal terdiri dari tiga kata.

Ketentuan ini merupakan salah satu persyaratan teknis yang perlu diperhatikan ketika menentukan nama yayasan.

Apakah satu orang bisa mendirikan yayasan?

Bisa.

Yayasan dapat didirikan oleh satu orang atau lebih dengan memisahkan sebagian harta kekayaan pendiri sebagai kekayaan awal yayasan.

Berapa modal awal atau kekayaan awal yayasan?

Kekayaan awal minimal adalah Rp10 juta untuk yayasan yang didirikan oleh orang Indonesia.

Jika pendirian melibatkan orang asing, jumlah minimal kekayaan awal adalah Rp100 juta.

Berapa lama proses pengesahan yayasan?

Notaris wajib mengajukan permohonan pengesahan paling lambat 10 hari sejak akta pendirian ditandatangani.

Keputusan pengesahan diberikan paling lambat 30 hari sejak permohonan diterima secara lengkap sesuai ketentuan yang berlaku.

Apakah yayasan Islam harus menggunakan kata wakaf?

Tidak.

Yayasan Islam tidak wajib menggunakan kata “wakaf” dalam namanya.

Penggunaan kata tersebut berkaitan dengan kondisi dan ketentuan hukum mengenai wakaf, sehingga sebaiknya tidak ditambahkan hanya karena ingin membuat nama terdengar lebih Islami

nama yayasan Islam yang bagus

Konsultasi Gratis Pendirian Yayasan dengan KLIK LINK DISINI

Ringkasan

  • Nama yayasan Islam yang bagus harus memiliki arti yang baik dan tetap memenuhi aturan hukum.
  • Nama yayasan harus diawali dengan kata “Yayasan”.
  • Nama yayasan minimal terdiri dari 3 kata.
  • Nama yayasan tidak boleh menggunakan angka atau tanda baca.
  • Nama yayasan tidak boleh sama dengan nama yayasan lain yang sudah digunakan secara sah.
  • Calon pendiri sebaiknya menyiapkan beberapa nama alternatif sebelum melakukan proses pendirian.
  • Ketersediaan nama dapat diperiksa melalui layanan AHU.
  • Hasil pencarian nama belum tentu menjadi jaminan bahwa nama tersebut pasti disetujui.
  • Yayasan dapat didirikan oleh satu orang atau lebih.
  • Kekayaan awal minimal yayasan adalah Rp10 juta untuk pendiri orang Indonesia.
  • Jika pendirian melibatkan orang asing, kekayaan awal minimal adalah Rp100 juta.
  • Yayasan memiliki tiga organ utama, yaitu Pembina, Pengurus, dan Pengawas.
  • Yayasan dapat menjalankan kegiatan usaha dengan tetap mengikuti batasan dan tujuan yang ditentukan dalam UU Yayasan.
  • Proses pendirian yayasan dilakukan melalui notaris dan sistem administrasi badan hukum.
  • Sebelum menggunakan nama secara resmi, pastikan nama tersebut telah melalui proses yang sesuai di AHU.

Referensi

  • Republik Indonesia, Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2001 tentang Yayasan.
  • Republik Indonesia, Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2004 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2001 tentang Yayasan.
  • Republik Indonesia, Peraturan Pemerintah Nomor 63 Tahun 2008 tentang Pelaksanaan Undang-Undang tentang Yayasan.
  • Republik Indonesia, Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2013 tentang Perubahan atas PP Nomor 63 Tahun 2008.
  • Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia, Permenkumham Nomor 2 Tahun 2016 tentang Tata Cara Pengajuan Permohonan Pengesahan Badan Hukum dan Persetujuan Perubahan Anggaran Dasar serta Penyampaian Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar dan Perubahan Data Yayasan.
  • Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia, Permenkumham Nomor 13 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permenkumham Nomor 2 Tahun 2016.
  • Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum, AHU Online.
  • Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum, Panduan Layanan Yayasan.
  • Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum, Panduan Pencarian Data Yayasan.
  • Hukumonline, Prosedur Pendirian Yayasan di Indonesia.

Daftar Isi