Facebook Marketplace: Cara Memulai dan Aturan Perizinannya

Facebook Marketplace adalah fitur jual beli yang langsung terintegrasi di dalam aplikasi Facebook. Kamu tidak perlu mengunduh aplikasi baru atau membuat akun terpisah untuk mulai bertransaksi di sini. Cukup dengan akun Facebook yang sudah ada, kamu bisa langsung menjual maupun mencari barang yang dibutuhkan. Fitur ini pertama kali diluncurkan oleh Facebook pada tahun 2016. Menurut Mary Ku, Director of Product Management Facebook, fitur ini hadir sebagai respons atas banyaknya aktivitas jual beli yang sudah terjadi secara organik di platform Facebook. Karena itu, Facebook memutuskan untuk memfasilitasinya dengan ruang yang lebih terstruktur. Saat ini, Facebook tetap menjadi salah satu platform media sosial dengan pengguna terbesar di Indonesia. Berdasarkan laporan Digital 2025 Indonesia yang dirilis We Are Social dan Meltwater, Indonesia menempati posisi ketiga dunia dengan 122 juta pengguna aktif Facebook. Angka ini menjadikan Facebook Marketplace sebagai salah satu kanal penjualan online dengan jangkauan pasar paling luas di Indonesia, khususnya untuk pelaku usaha kecil dan UMKM. Cara Kerja Facebook Marketplace Facebook Marketplace berfungsi seperti pasar digital berbasis media sosial. Penjual bisa mengunggah produk, menetapkan harga, dan langsung terhubung dengan calon pembeli melalui Facebook Messenger tanpa harus berpindah ke platform lain. Cara kerja fitur ini cukup sederhana. Setiap produk yang kamu unggah akan ditampilkan kepada pengguna Facebook lain berdasarkan lokasi geografis dan preferensi mereka. Algoritma Facebook mempertimbangkan riwayat pencarian, lokasi, dan minat pengguna untuk menentukan produk mana yang muncul di halaman utama Marketplace seseorang. Artinya, produkmu bisa ditemukan oleh pembeli yang memang sedang mencari barang serupa, bahkan tanpa harus berteman dengan mereka terlebih dahulu. Berbeda dengan marketplace konvensional seperti Tokopedia atau Shopee, Facebook Marketplace tidak memfasilitasi sistem pembayaran dan pengiriman secara terpusat. Platform ini hanya menyediakan ruang iklan dan sarana komunikasi antara penjual dan pembeli. Pengaturan soal metode pembayaran dan pengiriman dilakukan langsung antara kedua pihak. Satu hal yang penting diketahui: produk yang kamu jual harus sesuai dengan Kebijakan Perdagangan Facebook. Produk terlarang seperti senjata, alkohol, obat-obatan terlarang, dan hewan hidup tidak boleh dijual di platform ini. Selain itu, semua transaksi yang dilakukan melalui Facebook Marketplace di Indonesia juga harus mengikuti ketentuan yang berlaku secara hukum. Pemerintah Indonesia telah mengatur perdagangan melalui sistem elektronik dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 19 Tahun 2026 yang ditandatangani oleh Menteri Perdagangan Budi Santoso pada Juni 2026. Regulasi ini menggantikan Permendag 31/2023 dan berfokus pada tiga pilar utama, yaitu perlindungan produk dan penjual lokal, transparansi platform digital, serta perlindungan konsumen. Permendag terbaru ini juga mewajibkan setiap pelaku usaha yang berjualan melalui sistem elektronik untuk memiliki perizinan berusaha, termasuk mereka yang memanfaatkan media sosial seperti Facebook sebagai kanal penjualan. Untuk UMKM dengan skala risiko rendah, proses perizinan dapat dilakukan melalui sistem OSS (Online Single Submission) yang disediakan pemerintah. Cara Jualan di Facebook Marketplace untuk Pemula Memulai berjualan di Facebook Marketplace tidak memerlukan modal besar. Kamu cukup memiliki akun Facebook yang aktif dan produk yang ingin dijual. Berikut langkah-langkahnya secara lengkap. 1. Persiapkan akun Facebook yang terlihat terpercaya Sebelum mulai berjualan, pastikan akun Facebook-mu terlihat kredibel di mata calon pembeli. Lengkapi profil dengan foto yang jelas, informasi identitas yang benar, dan pastikan akun sudah cukup aktif. Hindari menggunakan akun yang baru dibuat untuk langsung berjualan, karena sistem Facebook bisa mendeteksinya sebagai spam dan melakukan suspend. Jika ingin berjualan secara lebih profesional, kamu bisa membuat Facebook Page khusus untuk bisnis. Isi halaman tersebut dengan foto profil bisnis, foto sampul, deskripsi usaha, dan hubungkan dengan akun Instagram dan WhatsApp Business untuk meningkatkan kredibilitas lintas platform. 2. Akses Marketplace dan buat listing produk Setelah akun siap, buka aplikasi Facebook dan cari ikon Marketplace di menu navigasi. Klik tombol “Buat Listing Baru” dan pilih kategori produk yang sesuai. Kategori yang tersedia cukup beragam, mulai dari pakaian, elektronik, kendaraan, properti, hingga jasa. Unggah 5 hingga 10 foto produk berkualitas tinggi dari berbagai sudut. Foto yang bagus adalah investasi paling penting dalam sebuah listing karena pembeli tidak bisa melihat produk secara langsung. Tulis judul yang deskriptif dan mengandung kata kunci yang relevan, misalnya “Sepatu Sneakers Pria Size 42 Kondisi Baru” dibandingkan hanya menulis “Sepatu”. Tambahkan deskripsi produk yang detail, termasuk kondisi barang, ukuran, bahan, dan informasi relevan lainnya. 3. Tentukan harga yang kompetitif Sebelum mematok harga, lakukan riset terlebih dahulu dengan mencari produk serupa di Facebook Marketplace maupun di marketplace lain. Perhatikan berapa harga yang paling banyak diminati pembeli. Harga yang terlalu tinggi akan membuat listing-mu diabaikan, sementara harga yang terlalu rendah bisa membuat pembeli meragukan kualitas produk. Kamu juga bisa mencantumkan keterangan “harga bisa nego” untuk memberi ruang negosiasi kepada pembeli, sehingga calon pembeli merasa lebih terbuka untuk menghubungi kamu. 4. Jalin komunikasi yang baik dengan calon pembeli Ketika ada pembeli yang tertarik, mereka biasanya akan menghubungi kamu melalui Facebook Messenger. Usahakan untuk membalas pesan dalam waktu 10 hingga 30 menit. Respons yang cepat akan meningkatkan kepercayaan pembeli dan memperbesar kemungkinan terjadinya transaksi. Gunakan bahasa yang sopan, jelas, dan informatif. Jika ada pertanyaan soal kondisi produk, siapkan foto tambahan bila diperlukan. Ketika volume pesan mulai meningkat, kamu bisa menggunakan fitur auto-reply agar calon pembeli tidak merasa diabaikan. 5. Atur metode pembayaran dan pengiriman Setelah ada kesepakatan harga, tentukan metode pembayaran yang nyaman bagi kedua belah pihak. Opsi yang umum digunakan adalah transfer bank, dompet digital seperti GoPay atau OVO, atau COD (Cash on Delivery) untuk pembeli yang berada di lokasi yang sama atau tidak terlalu jauh. Untuk pengiriman, gunakan jasa kurir yang resmi dan terpercaya. Pastikan selalu ada nomor resi yang bisa diberikan kepada pembeli agar mereka bisa memantau status pengiriman barang. Kecepatan pengiriman berpengaruh langsung pada kepuasan pembeli dan reputasi akunmu. 6. Evaluasi dan perbarui listing secara rutin Pantau performa setiap listing yang kamu buat. Jika produk tertentu sudah lama tidak mendapat respons, lakukan evaluasi. Coba perbarui foto, ubah judul, atau sesuaikan harga. Listing yang jarang diperbarui cenderung tenggelam di hasil pencarian karena algoritma Facebook memprioritaskan konten yang aktif dan baru. Pendirian PT/CV dengan Harga Termurah se-Indonesia dan Promo Bayar Setelah Jadi, Mulai dengan KLIK LINK DI SINI! Tips Agar Barang Cepat Laku di Facebook Marketplace Berhasil membuat listing saja tidak cukup. Kamu juga perlu strategi agar produk bisa ditemukan lebih banyak