7 Fungsi KBLI Bagi Pelaku Usaha: Definisi, Jenis, dan Cara Menambahkannya di OSS serta NIB

Kalau kamu punya usaha atau berencana memulainya, pasti ingin bisnis berjalan lancar dan sesuai aturan, kan? Nah, salah satu hal penting yang perlu kamu tahu adalah KBLI atau Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia. Ini adalah sistem yang mengelompokkan berbagai jenis usaha di Indonesia berdasarkan kegiatan ekonominya, baik yang menghasilkan barang maupun jasa (BPS, 2020). KBLI ini sangat penting buat pelaku usaha karena berhubungan langsung dengan legalitas bisnis. Mulai dari menentukan jenis usaha, mengurus izin usaha, daftar Nomor Induk Berusaha (NIB), sampai urusan pajak—semuanya butuh kode KBLI yang sesuai. Jadi, kalau kamu paham KBLI, bisnis kamu bisa terdaftar dengan benar dan memenuhi aturan yang berlaku. Apa Itu KBLI? KBLI (Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia) adalah sistem klasifikasi yang dibuat oleh Badan Pusat Statistik (BPS) untuk mengelompokkan jenis-jenis usaha di Indonesia. Tujuannya supaya ada standar yang jelas dalam mendata dan mengelola berbagai jenis bisnis. Bayangkan kalau setiap instansi pakai sistem klasifikasi yang berbeda, pasti bakal ribet, kan? Data jadi sulit dibandingkan, pengurusan izin makin ruwet, dan administrasi jadi berantakan. Nah, KBLI membantu menyamakan kategori usaha supaya semuanya lebih tertata (BPS, 2020). Selain itu, KBLI juga berfungsi untuk menentukan kategori bisnis berdasarkan jenisnya. Misalnya, kalau kamu punya restoran, kode KBLI-nya akan masuk ke kategori penyediaan makanan dan minuman. Kalau bisnis kamu di bidang konstruksi, kode KBLI-nya masuk ke sektor konstruksi. Dengan begitu, usaha kamu bisa teridentifikasi dengan jelas dan lebih mudah mengurus izin serta administrasinya. 7 Fungsi Utama KBLI bagi Pelaku Usaha Salah satu fungsi utama KBLI adalah sebagai sistem klasifikasi bisnis yang rapi dan jelas. Dengan KBLI, kamu bisa tahu usaha kamu masuk kategori apa, sehingga lebih gampang buat riset pasar dan melihat kompetitor. Selain itu, KBLI juga jadi sumber data penting untuk memantau perkembangan ekonomi. Pemerintah dan pelaku usaha menggunakan data dari KBLI buat melihat kondisi pasar dan merancang kebijakan ekonomi. Misalnya, KBLI membantu menghitung Produk Domestik Bruto (PDB) dan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), yang bisa kasih kamu gambaran tentang kondisi ekonomi nasional maupun daerah. Buat kamu yang butuh data statistik usaha, KBLI juga sangat membantu. Data ini bisa kamu pakai untuk menganalisis pasar, menyusun rencana bisnis, atau menentukan strategi perusahaan. Bahkan, data KBLI juga dipakai buat membandingkan ekonomi Indonesia dengan negara lain, yang berguna kalau kamu ingin ekspansi ke luar negeri. KBLI juga jadi dasar buat perizinan usaha. Kode KBLI yang kamu pilih menentukan izin apa saja yang harus kamu urus, seperti SIUP atau izin investasi. Dengan KBLI yang tepat, kamu bisa memastikan bisnismu legal dan aman secara hukum. Selain itu, KBLI juga dipakai dalam pendaftaran legalitas usaha, misalnya saat mengurus Nomor Induk Berusaha (NIB) atau NPWP. Dengan KBLI, usaha kamu terdaftar secara resmi dan diakui oleh pemerintah, jadi lebih terlindungi secara hukum. Terakhir, KBLI juga memudahkan komunikasi dengan berbagai pihak, baik di dalam maupun luar negeri. Dengan kode yang sudah baku, kamu bisa menjelaskan jenis bisnismu dengan jelas untuk menghindari kesalahpahaman, dan memudahkan kerja sama saat menjalin komunikasi dengan mitra. Rangkuman Fungsi Utama KBLI untuk Pelaku Usaha 1. Mengklasifikasikan Usaha dengan JelasKBLI membantu mengelompokkan jenis usaha, sehingga lebih mudah memahami kategori bisnis kamu dan membandingkannya dengan kompetitor. 2. Membantu Riset Pasar & Analisis BisnisDengan KBLI, kamu bisa mempelajari tren bisnis, menganalisis perilaku kompetitor, dan menyusun strategi yang lebih matang. 3. Sumber Data untuk Memantau EkonomiData KBLI digunakan pemerintah dan pelaku usaha untuk memantau kondisi ekonomi, termasuk perhitungan PDB dan PDRB. 4. Menyediakan Statistik Usaha yang BergunaData KBLI bisa membantu kamu dalam analisis pasar, perencanaan bisnis, dan bahkan ekspansi ke luar negeri. 5. Dasar Penentuan Perizinan UsahaKode KBLI menentukan izin apa saja yang harus kamu urus, seperti SIUP atau izin investasi, agar bisnismu legal. 6. Mendukung Pendaftaran Legalitas UsahaSaat mengurus NIB atau NPWP, KBLI memastikan usaha kamu terdaftar resmi dan diakui oleh pemerintah. 7. Mempermudah Komunikasi BisnisDengan kode KBLI yang standar, kamu bisa menjelaskan bisnis kamu dengan jelas kepada mitra usaha, baik di dalam maupun luar negeri. Jenis-jenis KBLI dan Bagaimana Perkembangannya KBLI (Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia) terus mengalami perubahan seiring dengan perkembangan dunia usaha. Badan Pusat Statistik (BPS) secara berkala memperbarui KBLI agar lebih sesuai dengan kondisi terbaru. Sebelumnya, ada beberapa versi seperti KBLI 2009, KBLI 2015, dan KBLI 2017, sebelum akhirnya KBLI 2020 menjadi yang terbaru dan berlaku hingga sekarang. Setiap pembaruan ini bertujuan untuk menyesuaikan dengan jenis usaha baru yang bermunculan dan memastikan klasifikasi usaha lebih akurat. Saat ini, KBLI 2020 menjadi acuan utama bagi pelaku usaha di Indonesia. KBLI ini diatur dalam Peraturan BPS No. 2 Tahun 2020 dan mengalami banyak perubahan dibanding versi sebelumnya. Salah satu perubahan besar adalah penambahan 216 kode baru, sehingga total sekarang ada 1.790 kode KBLI dengan format 5 digit. Pembaruan ini juga sejalan dengan penerapan sistem perizinan berbasis risiko dalam Undang-Undang Cipta Kerja. Jadi, kalau kamu memiliki NIB (Nomor Induk Berusaha), pastikan kode KBLI yang kamu gunakan sudah sesuai dengan KBLI 2020. Struktur dan Kategori KBLI 2020 Kode KBLI terdiri dari 5 digit angka yang menggambarkan jenis usaha secara lebih spesifik. KBLI 2020 sendiri dibagi menjadi 21 kategori utama yang mencakup berbagai sektor ekonomi. Beberapa contohnya: A: Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan B: Pertambangan dan Penggalian C: Industri Pengolahan D: Pengadaan Listrik, Gas, Uap/Air, dan Udara Dingin F: Konstruksi G: Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi dan Perawatan Mobil dan Sepeda Motor I: Penyediaan Akomodasi dan Penyediaan Makan Minum J: Informasi dan Komunikasi Untuk daftar lengkapnya, kamu bisa cek di Peraturan BPS No. 2 Tahun 2020. Cara Mencari Kode KBLI yang Tepat Kalau kamu ingin tahu kode KBLI yang sesuai dengan usahamu, ada dua cara mudah: Cara Menambahkan KBLI di OSS dan NIB Setelah kamu menemukan kode KBLI yang paling pas buat usahamu, langkah selanjutnya adalah menambahkannya ke sistem OSS (Online Single Submission). Ini berguna supaya bisnismu legal dan terhubung dengan Nomor Induk Berusaha (NIB). Nah, biar nggak salah langkah, berikut cara menambahkan KBLI di OSS dan NIB: Sistem OSS ini cukup mudah digunakan karena tampilannya sudah dibuat user-friendly. Kalau ada kendala, kamu bisa menghubungi layanan bantuan OSS atau menghubungi tim Customer Service Jasa Pengurusan Legaliatas Usaha Valeed di LINK INI. Dampak Salah Pilih Kode KBLI dan Cara Mengatasinya
5 Daftar KBLI Warung Makan atau Restoran yang Bisa Kamu Pakai

Membuka usaha warung makan atau restoran membutuhkan berbagai persiapan terutama dari segi perizinan dan legalitas. Langkah pertama yang harus kamu lakukan yaitu menentukan kode KBLI yang cocok. Dengan memilih KBLI yang tepat, kamu bisa menjalankan usaha kuliner dengan resmi dan legal sehingga terhindar dari ancaman sanksi di kemudian hari. Lantas, apa saja sih kode KBLI yang bisa dipakai untuk usaha warung makan atau restoran? Mari kita simak ulasannya di bawah ini ya! Apa Itu KBLI? KBLI (Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia) merupakan sistem klasifikasi yang digunakan untuk mengidentifikasi dan mengelompokkan berbagai jenis usaha di Indonesia. Sistem ini dikembangkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dan digunakan dalam proses perizinan usaha. Salah satunya dipakai dalam sistem perizinan berbasis risiko atau OSS (Online Single Submission). Adapun fungsi dan manfaat lain dari KBLI antara lain: Daftar Kode KBLI Warung Makan atau Restoran yang Cocok Biar gak salah pilih, berikut ini daftar kode KBLI buat kamu yang mau mencoba membuka usaha warung makan atau restoran: 1. KBLI 56101 (Restoran) Kode ini cocok untuk usaha yang menyediakan makanan dan minuman untuk dikonsumsi langsung di tempat. Restoran yang termasuk dalam kategori ini kalau berlokasi di bangunan permanen dan memiliki layanan tambahan seperti memasak dan menyajikan pesanan. Adapun kategori spesifik usaha restoran dalam KBLI 56101 ini antara lain: Contoh usaha yang masuk dalam kategori ini adalah restoran keluarga, restoran cepat saji, dan restoran dengan layanan meja. 2. KBLI 56102 (Warung Makan atau Rumah Makan) Kelompok usaha dalam kode ini yaitu bisnis kuliner yang bertempat di sebagian atau seluruh bangunan tetap dan menyajikan makanan serta minuman di tempat usaha tersebut. Ciri-ciri warung makan atau rumah makan yang termasuk dalam KBLI 56102 adalah: Contoh usaha dalam kategori ini antara lain warung nasi, rumah makan padang, dan rumah makan khas daerah. 3. KBLI 56103 (Kedai Makanan) Kode KBLI ini bisa untuk usaha yang menjual makanan siap konsumsi di lokasi tetap yang dapat dipindahkan atau dibongkar pasang. Ciri utama kedai makanan yang masuk dalam KBLI 56103 adalah: Contohnya seperti warung pecel ayam, warung bakso, atau gerobak makanan. 4. KBLI 56104 (Makanan Keliling atau di Tempat yang Tidak Tetap) Kode KBLI ini ditujukan untuk usaha makanan yang dijual secara berkeliling dengan ciri khas usaha makanan dalam kategori ini: Contohnya seperti pedagang bakso keliling, mie ayam keliling, atau nasi goreng gerobak. 5. KBLI 56109 (Restoran dan Penyedia Makanan Keliling Lainnya) Kode ini bisa untuk usaha makanan yang tidak termasuk dalam kategori KBLI 56101 hingga 56104. Usaha yang masuk dalam KBLI 56109 memiliki karakteristik berikut: Contohnya seperti usaha cake and bakery, food court, dan food truck. Rekomendasi Legalitas Usaha yang Cocok untuk Warung Makan atau Restoran Setelah tahu mengenai kode KBLI yang cocok, langkah selanjutnya yaitu mengurus legalitas usaha dilansir dari AdminKita. Berikut merupakan tiga jenis legalitas yang cocok untuk warung makan atau restoran beserta masing-masing kelebihan serta kekurangannya: 1. PT Reguler Perseroan Terbatas (PT) Reguler adalah badan usaha berbadan hukum yang terdiri dari minimal dua pemegang saham. PT Reguler memiliki keunggulan seperti: Namun, PT Reguler memiliki kekurangan seperti proses pendirian yang lebih kompleks dan biaya operasional yang lebih tinggi. 2. CV (Persekutuan Komanditer) CV adalah badan usaha yang didirikan oleh dua pihak, yaitu sekutu aktif yang menjalankan usaha dan sekutu pasif yang menyediakan modal. Keuntungan mendirikan CV antara lain: Namun, CV itu tidak berbadan hukum ya sehingga aset pribadi pemilik bisa digunakan untuk menutupi kerugian usaha karena tidak ada pemisahan harta kekayaan. 3. PT Perorangan PT Perorangan adalah bentuk legalitas bukan badan usaha karena bisa langsung didirikan dan dimiliki oleh satu orang. Keunggulan dari legalitas PT Perorangan antara lain: Namun, PT Perorangan ini sifatnya legalitas perorangan saja seperti namanya. Jadi, tidak bisa mencari modal di luar dan ditujukan untuk bisnis dengan skala UMKM. Kesimpulan Menentukan kode KBLI yang tepat adalah langkah awal yang penting sebelum membuka usaha warung makan atau restoran. Dengan memilih kode yang sesuai, kamu bisa menjalankan bisnis kuliner secara legal dan terhindar dari masalah perizinan di masa depan. Selain itu, memahami jenis legalitas usaha juga nggak kalah penting, karena setiap bentuk usaha punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Kalau ingin skala bisnis lebih besar dan terpercaya, PT Reguler bisa jadi pilihan, tapi kalau mau lebih fleksibel dan simpel, CV atau PT Perorangan juga oke. Intinya, sesuaikan pilihan dengan kebutuhan dan kemampuan bisnis kamu biar operasionalnya lancar.