Daftar Isi

5 Tahap Pemeriksaan Substantif Merek Saat Mendaftar Hak Cipta

5 Tahap Pemeriksaan Substantif Merek Saat Mendaftar Hak Cipta

Salah satu proses ketika mendaftarkan sebuah merek adalah melewati pemeriksaan substantif merek.

Sebagai langkah melindungi identitas bisnis, mendaftarkan merek tentu menjadi suatu keharusan bagi pemilik usaha

Pemeriksaan substantif dilakukan untuk memastikan bahwa identitas bisnis yang didaftarkan tidak melanggar hak pihak lain ataupun bertentangan dengan peraturan.

Artikel hari ini akan membahas mengenai pengertian, tahapan, dan fungsi dari pemeriksaan substantif merek.

Pengertian Singkat

Pemeriksaan substantif merek merupakan proses evaluasi secara menyeluruh yang dilakukan oleh pihak DJKI (Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual)

Kegiatan pemeriksaan ini dilakukan untuk menilai apakah merek yang didaftarkan telah memenuhi persyaratan hukum atau belum.

Pemeriksaan substantif dilakukan setelah merek kamu selesai melalui tahap pemeriksaan formalitas atau pengecekan persyaratan administratif.

Adapun maksud dari pemeriksaan ini ialah untuk memastikan merek yang kamu daftarkan tidak menimbulkan potensi konflik dengan identitas bisnis pihak lain serta tidak melanggar norma hukum, moral, atau ketertiban umum.

Aspek yang Diperiksa di Pemeriksaan Substantif

Apa saja yang diperiksa oleh DJKI di saat proses pemeriksaan substantif?

Ini dia aspek-aspek yang diperiksa oleh DJKI:

  1. Kemiripan dengan Merek Lain 

Merek yang kamu ajukan tidak boleh identik atau bahkan sama persis dengan identitas bisnis lain yang telah terdaftar sebelumnya untuk kelas barang dan jasa yang sama

  1. Deskriptif 

Merek kamu tidak boleh menggunakan kata atau istilah yang bersifat deskriptif secara umum. 

Contohnya adalah merek tidak boleh menggunakan kata “Lezat” untuk produk makanan siap saji.

  1. Melanggar Norma Hukum 

Merek tentu saja tidak boleh bertentangan dengan aturan-aturan hukum, moralitas, dan ketertiban umum yang berlaku.

  1. Unik dan Khas

Identitas bisnis tentu harus memiliki ciri khas tersendiri yang membedakan dari lini perusahaan lainnya.

Baca Juga  Bangun Bisnis Parfum Brand Sendiri: Panduan Modal, Legalitas, dan Strategi Pemasaran

Tahapan Pemeriksaan Substantif Merek

Ada 5 (lima) tahapan yang harus kamu lalui dalam pemeriksaan ini.

Tahapan-tahapan yang dimaksud adalah:

  1. Penerimaan Permohonan 

Setelah kamu menyerahkan dan mengurus dokumen serta biaya, maka merek akan masuk ke dalam taham pemeriksaan formalitas.

  1. Pemeriksaan Formalitas 

Pada pemeriksaan ini, DJKI akan mengkurasi kelengkapan dokumen seperti formulir pendaftaran, bukti pembayaran, dan lampiran lain yang sudah dicantumkan.

  1. Pemeriksaan Substantif 

Jika dokumen telah terverifikasi, permohonan merek akan masuk ke tahap pemeriksaan substantif. 

Di tahap ini, DJKI akan mengevaluasi apakah ada kemiripan identitas merekmu dengan bisnis lain serta melihat kesesuaian dengan peraturan yang berlaku.

  1. Analisis Pemeriksa 

Tim pemeriksa substantif akan melakukan tindakan meneliti identitas usaha yang kamu kirim berdasarkan aspek-aspek yang relevan, seperti data merek terdaftar, norma hukum, dan lainnya.

  1. Penerbitan Keputusan

Setelah empat proses di atas selesai dilakukan, DJKI akan menerbitkan sebuah keputusan yang berisikan penentuan apakah merek kamu bisa didaftarkan atau justru ditolak

Mengapa Proses Pemeriksaan Substantif Penting?

Pemeriksaan substantif menjadi proses yang penting dalam perlindungan hak kekayaan intelektual.

Selain itu, terdapat beberapa alasan lain mengapa proses pemeriksaan ini memiliki peran yang penting bagi bisnis.

Pertama, proses pemeriksaan substantif berperan sebagai tindakan pencegahan terhadap potensi perselisihan hukum.

Proses pemeriksaan ini bertujuan untuk mencegah adanya duplikasi atau kemiripan dengan merek yang sudah ada di pasaran. 

Aspek berikutnya adalah jaminan khusus bagi pemilik merek. 

Pemegang merek dapat menerima kepastian hukum bahwa mereka memiliki hak penuh atas penggunaan identitas bisnis yang sudah terdaftar

Tentu saja ini berarti para pemegang merek yang telah terdaftar dapat mencegah adanya tindakan penyalahgunaan oleh pihak tak bertanggung jawab.

Baca Juga  SPPL: Bedanya dengan PKPLH dan SKKL untuk Dokumen Lingkungan

Jika dilihat dari sisi regulasi, pemeriksaan substantif dilakukan untuk memastikan merek yang ingin didaftarkan telah selaras dengan ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia.

Penutup

Perlindungan hukum bagi identitas merek dapat diperoleh melalui proses pemeriksaan substantif merek. 

Proses pemeriksaan substantif tidak hanya memperkuat keunikan merek kamu, tapi juga memberikan landasan hukum yang kuat dalam menghadapi potensi pelanggaran di masa depan. 

Dengan mendaftarkan merek bisnis, kamu telah melakukan langkah yang tepat untuk melindungi reputasi bisnismu dalam jangka waktu panjang.

Daftar Isi